Awas, Perokok Terancam Kena Kanker Paru 13 Kali Lipat

Jumat, 1 Maret 2019 - 07:54 WIB

FAJAR.CO.ID – Kanker paru menjadi momok di tengah maraknya polusi dan asap rokok. Angka kematian akibat kanker paru juga cukup tinggi. Faktor risiko utama kanker paru adalah rokok.

Data terbaru Globocan 2018 menunjukkan ada 2 juta kasus baru kanker paru di seluruh dunia, dengan kematian mencapai 1,8 juta. Di Indonesia, diperkirakan 40 per 100 ribu orang berisiko kanker paru. Terutama pria berusia di atas 40 tahun dan perokok aktif.

“Mengingat kematian kanker paru sangat tinggi, maka upaya menemukan terapi yang bisa meningkatkan harapan hidup pasien terus dilakukan. Selain tentu upaya pencegahan dengan kampanye anti rokok dan pola gaya hidup sehat,” kata Dokter Spesialis Paru, dari Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr. Sita Andarini SpP(K), Ph.D, dalam konferensi pers, Kamis (28/2).

Definisi kanker paru menurut Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) adalah kanker yang berasal dari epitel bronkus. “Jadi bukan penyebaran dari sel kanker di organ lain,” jelas dr. Sita.

Sepanjang tahun 2010, data dari Poliklinik Onkologi Paru RS Persahabatan tercatat kasus baru hampir 1.500 per tahun, atau sekitar 6 orang per hari. Dan sampai 2018 angkanya terus meningkat, baik pada laki-laki maupun perempuan.

Kanker paru menyebabkan 27 persen kematian atau menjadi menempati posisi ke-5 dari seluruh penyebab kematian di seluruh dunia. Pada pria, kanker paru menjadi kanker yang paling sering ditemukan setelah kanker prostat dan pada wanita, menduduki peringkat kedua setelah kanker payudara.

“Namun baik pada wanita maupun pria, ini (kanker paru) adalah penyebab kematian nomor satu karena kanker,” ujarnya.

Faktor risiko utama kanker paru adalah rokok. Perokok memiliki risiko kanker paru 13,6 kali lipat lebih besar dibandingkan orang yang tidak merokok.

“Pada perokok pasif risiko lebih besar 4 kali lipat dibandingkan orang yang tidak pernah terpapar asap rokok,” jelasnya.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *