Cegah Penyalahgunaan Narkoba, BLM Ambon Teken MoU dengan BNN

Jumat, 1 Maret 2019 - 14:36 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Penyebaran narkoba tidak lagi difokuskan di wilayah perkotaan, tetapi sudah merambah ke desa-desa yang jauh dari pengawasan aparat penegak hukum. Kondisi ini memaksakan Pemerintah harus melakukan terobosan-terobosan baru untuk mencegah masalah ini.

Pemerintah lewat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTD) terus melakukan program-program dalam menangkal penyebaran narkoba. Lewat Balai Latihan Masyarakat (BLM) Ambon, Maluku yang bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba di desa.

Hal tersebut dikatakan Kepala BLM Ambon, Aria Bantar Dinarwan usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pencegahan penyalahgunaan Narkoba di Desa bersama BNN di Kantor BLM Ambon, Kota Ambon, Kamis (28/2).

Aria mengatakan, kerjasama tersebut akan direalisasikan dengan memberikan pelatihan anti Narkoba kepada penggerak masyarakat desa khususnya Provinsi Maluku dan Maluku Utara. Menurutnya, hal tersebut dilakukan dalam rangka mencegah dan menangkal penyalahgunaan Narkoba di desa.

“Kerjasama dengan BNN disesuaikan dengan pelatihan kader penggerak masyarakat desa. Karena BNN juga punya program kader anti Narkoba di desa-desa,” katanya kepada wartawan.

BLM Ambon sendiri menurutnya, akan melakukan pelatihan-pelatihan terkait pengembangan ekonomi perdesaan dan daerah tertinggal. Tahun ini, ia berencana melatih sebanyak 2.250 orang, yang akan dibagi ke dalam 63 angkatan pelatihan. Selain itu, bekerjasama dengan BNN, BLM Ambon rencananya juga akan digunakan untuk memberikan pelatihan skil kepada pengguna Narkoba yang telah direhabilitasi.

“Pelatihan akan dilaksanakan di Maluku dan Maluku Utara. Untuk pelatihan yang lokasinya dekat balai, akan kita laksanakan di balai,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Anwar Sanusi mengatakan, sebagaimana BLM lainnya, BLM Ambon akan menjadi sarana peningkatan kapasitas masyarakat baik di perdesaan, daerah tertinggal maupun masyarakat yang tinggal di kawasan transmigrasi. Pemaksimalan BLM Ambon menurutnya, adalah upaya membantu pembangunan SDM di kawasan Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T)

“Salah satu visi pemerintah adalah membangun daerah di kawasan 3T. Ini adalah akselerasi yang signifikan. Kita ingin balai ini bisa menyediakan aneka pelatihan masyarakat itu sendiri. Itu urgensi membangun dan mengembangkan BLM Ambon,” jelasnya.

Untuk diketahui, di waktu yang sama, selain penandatanganan nota kesepahaman antara BLM dan BNN, juga dilaksanakan peresmian gedung BLM Ambon. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Sekretaris Jenderal Anwar Sanusi. (hms/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.