Generasi Millenial Rentan Alami Gigi Ngilu, Ini Penyebabnya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Gigi ngilu merupakan gangguan klinis yang umum terjadi, yaitu rasa nyeri yang menusuk dentin gigi yang terbuka karena terkena rangsangan suhu panas dan dingin, atau kandungan kimiawi asam dan manis pada makanan dan minuman.

Drg. Callista Argentina Wulansari, SKG, CHt selaku dokter gigi mengungkapkan hasil penelitian terbaru menyebutkan, dua dari lima generasi millenial (usia 18 sampai 35 tahun) mengalami gigi ngilu saat pemeriksaan gigi. Dan bahkan Iebih dari 50% diantaranya belum pernah memeriksakan permasalahan gigi sensitif mereka kepada dokter gigi.

“Hal tersebut kian menarik perhatian kalangan pegiat kesehatan gigi,” ujar Callista pada konferensi pers dan edukasi konsumen pada Gigi sensitif oleh Sensodyne Rapid Relief di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (1/3).

Dijelaskan Callista bahwa saat ini penderita gigi ngilu mengalami pergeseran usia. “Jika dulunya yang mengalami gigi ngilu usia 40-60 tahun, tapi sekarang bergeser ke usia yang lebih muda yakni 18-35 tahun,” ujarnya lagi.

Mobilitas yang tinggi serta ingin serba cepan menjadi salah satu pemicu gigi ngilu di kalangan millenial. Misalnya saja, cara membersihkan gigi yang terlalu terburu-buru sehingga mereka menyikat gigi dengan tergesah-gesah dan keras sehingga lapisan terluar gigi (enamel) hilang.

Menggosok terlalu keras dapat membuat jaringan gusi stres berat dan malah menyebabkannya merosot longgar, sehingga memperlihatkan sebagian akar gigi. Daerah ini sangat sensitif terhadap panas dan dingin.

Akar gigi juga lebih rentan terhadap pembentukan lubang daripada bagian enamel gigi yang lebih keras. “Setidaknya waktu yang dibutuhkan untuk menyikat gigi ialah 2 menit,” ujarnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...