Komitmen Beri Pelayanan Kesehatan Terbaik bagi Warga, Ini Terobosan Walikota Semarang

Jumat, 1 Maret 2019 - 20:34 WIB

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Komitmen dan jaminan memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi warga Kota Semarang terus diupayakan Walikota Semarang Hendrar Prihadi dalam berbagai kebijakannya.

Adapun salah satu gebrakannya adalah dengan meluncurkan program Universal Health Coverage (UHC) sejak 1 November 2017 lalu. Melalui program ini seluruh masyarakat Kota Semarang mendapatkan jaminan untuk dapat berobat gratis.

Komitmen dalam menyediakan layanan pengobatan tanpa biaya itu pun ditekankan oleh Walikota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut ketika menerima tim Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dalam rangka Survey Standart Nasional Arkreditasi Rumah Sakit, belum lama ini.

“Untuk bidang kesehatan, targetnya jelas bahwa tidak boleh ada warga Kota Semarang yang susah dalam berobat. Jangan sampai karena tidak ada uang, lalu tidak mendapatkan pelayanan kesehatan,” kata Hendi.

Menurut Hendi, pihaknya juga menekankan kepada seluruh jajaran pelayanan kesehatan di Kota Semarang untuk mengedepankan pelayanan kesehatan ketimbang administrasi.

“Jangan administrasi dulu, tetapi rawat dan dilayani dulu,” lanjut Walikota Semarang yang juga merupakan politisi PDI Perjuangan tersebut.

Hendi tidak menginginkan berjalannya program pengobatan gratis tersebut menurunkan kualitas pelayanan yang diberikan. Untuk itu dirinya menjelaskan jika dalam berjalannya UHC, kerjasama lintas sektor menjadi kuncinya, mulai dari RS KRMT Wongsonegoro (RSWN) Kota Semarang, Dinas Kesehatan Kota Semarang serta BPJS Kesehatan.

Dalam rangka mendorong pelayanan yang lebih baik di dalam program berobat gratis tersebut, Hendi optimis mampu mendorong RS KRMT Wongsonegoro sebagai rumah sakit negeri dengan standar internasional.

Hal itu dikatakannya akan dicapai melalui peningkatan pelayanan, peralatan, serta fasilitas yang mendukung segala bentuk pelayanan medis. Salah satunya melalui pembangunan infrastruktur dengan membangun Gedung Rawat Jalan tiga lantai senilai Rp99,132 miliar.

Keberadaan gedung baru ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan serta kecepatan pelayanan di RS KRMT Wongsonegoro. Ketiga lantai tersebut akan dimanfaatkan 1 lantai untuk aktifitas perdagangan sebagai fasilitas publik, lantai 2 untuk 27 Klinik Rawat Jalan dan lantai 3 sebagai area perkantoran, ruang serbaguna dan diklat.

Tak hanya itu, sebagai langkah pemerataan pelayanan kesehatan, Hendi juga mendorong pembangunan RS baru tipe B di ex lahan Puskesmas Mijen. Keberadaan RS ini harapannya mampu mendekatkan pelayanan kesehatan bagi warga Kota Semarang wilayah barat.

Berbagai mimpi memajukan kesehatan masih terus diupayakan Hendi. Kedepan, dirinya berharap RS KRMT Wongsonegoro dan pelayanan kesehatan negeri lainnya di Kota Semarang dapat bercita rasa rumah sakit swasta berskala internasional seperti di Singapura.

“Dengan berbagai langkah yang telah dilakukan, saya optimis RS KRMT Wongosonegoro dapat mempertahankan predikat Lulus Paripurna sertifikat Akreditasi KARS versi 2012, yang rutin digelar 3 tahun sekali ini, sebagaimana telah didapatkan RSWN pada tahun 2016,” tandasnya. (sen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.