Saat Pasar Lesu, Investasi Properti Masih Menggairahkan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Masyarakat memiliki kepercayaan tinggi terhadap kualitas Jepang, pengalaman yang dibawa oleh Tokyu Land Indonesia, serta minat yang tinggi terhadap proyek berskala besar di pusat Jakarta. Meski saat ini bukan merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi menjelang pemilu pada bulan April tahun ini.

Antusiasme masyarakat Indonesia berinvestasi di bidang properti dapat dilihat dari terjualnya 160 unit BRANZ Mega Kuningan sejak diluncurkan pada 26 Januari lalu oleh Tokyu Land Indonesia. Ini merupakan suatu hal yang luar biasa mengingat keadaan pasar properti Jakarta dalam beberapa tahun belakangan ini.

BRANZ Mega Kuningan sendiri baru saja diperkenalkan pada bulan Desember 2018. “Kami merasa gembira atas jumlah penjualan yang di luar dugaan,” kata Keiji Saito Presiden Direktur Tokyu Land Indonesia, di kawasan Kuningan Jakarta, Kamis (28/2).

Berlokasi di area Mega Kuningan yang sedang menjadi pusat perhatian saat ini, hasil penjualan ini adalah sebuah bentuk apresiasi terhadap know-how pengembangan properti yang telah mereka kumpulkan di Indonesia selama 40 tahun. “Dan Japanese-Quality dalam pengerjaan proyek secara terpadu mulai dari akuisisi tanah, pengembangan, serta pengelolaan,” jelas Keiji.

Lebih lanjut Keiji memaparkan alasan BRANZ Mega Kuningan dipilih:

1. Kualitas Jepang yang terpercaya

Proyek Mega Kuningan adalah sebuah kompleks fasilitas gabungan yang terdiri atas kondominium, apartemen rental, dan fasilitas komersial. Menyusul BRANZ BSD Ai dan BRANZ Simatupang yang mulai dikembangkan pada tahun 2015 dan selesai dibangun pada tahun lalu, bagian hunian kondominium dan apartemen rental dari Proyek Mega Kuningan juga dinamakan “BRANZ”, sebuah merek kondominium yang dikembangkan di Jepang oleh Tokyu Land Corporation.

Pengembangan BRANZ BSD Ai dan BRANZ Simatupang berlangsung dengan baik sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. Bahkan, BRANZ BSD Ai berhasil diselesaikan dua bulan lebih cepat dari jadwal. “Hal ini menunjukkan kemampuan developer Jepang dalam mengontrol pekerjaan,” jelasnya.

Pengembangan BRANZ Mega Kuningan kata Keiji dilakukan secara terpadu oleh perusahaan Jepang mulai dari akuisisi tanah, pengembangan, perencanaan, pengerjaan, hingga pengelolaannya, termasuk juga penempatan peralatan perumahan yang canggih dari Jepang.

“Pemasangan teknologi arsitektur yang unggul dan canggih dari Jepang tersebut bertujuan untuk menawarkan gaya hidup baru di ibukota Jakarta yang memiliki perkembangan pesat,” ujarnya.

2. Area penataan ulang yang berskala besar di pusat Jakarta

Terletak di jantung kota (CBD) Jakarta, properti ini akan menjadi kompleks berskala besar yang terdiri dari kondominium, apartemen rental, dan fasilitas komersial akan dibangun di sebuah lahan seluas 1 hektar di area Mega Kuningan, salah satu bagian kota yang sedang menjadi area proyek penataan ulang berskala besar.

Aksesnya yang mudah ke perkantoran di sekitar Mega Kuningan dan Sudirman membuatnya tidak hanya dapat dijadikan sebagai tempat tinggal orang Indonesia saja, tetapi juga dapat disewakan kepada ekspatriat asing.

“Selain itu, Proyek Mega Kuningan juga akan memiliki fasilitas komersial sehingga dapat menawarkan gaya hidup yang nyaman bagi penghuninya untuk berbelanja dan menikmati hiburan di lokasi yang sama tanpa harus terjebak dengan kemacetan yang parah di Jakarta,” jelas Keiji.

3. Prestasi dalam membangan propertinya di Indonesia
Sejak ekspansi ke Indonesia pada tahun 1975, Tokyu Fudosan Holdings Group telah mengembangkan sebanyak 4.500 rumah tapak. Kemudian pada tahun 2012, dengan didirikannya Tokyu Land Indonesia, pengembangan properti urban seperti perumahan vertikal tingkat sedang dan tinggi juga mulai dilakukan.

Tingginya pemahaman terhadap kebutuhan setempat yang lahir dari komitmen yang kuat terhadap pasar Indonesia juga menjadi salah satu alasan mengapa pembeli properti memilih BRANZ. Berbekal pengalaman dan know-how yang dimiliki, Tokyu Land Indonesia yakin dapat mewujudkan kualitas Jepang yang diharapkan.

Pada tahun 2017, Tokyu Land Indonesia menerima penghargaan sebagai “Indonesia Top 10 Developer” sebagai developer asing pertama yang mendapatkannya.

“Penghargaan ini diberikan atas evaluasi skala proyek dan tingkat kesadaran akan keramahan lingkungan pada proyek BRANZ BSD Ai dan BRANZ Simatupang yang pada saat itu masih dalam tahap pengembangan,” pungkasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi

Comment

Loading...