479 Unit Rumah Rusak, Kerugian Ditaksir Rp 25,6 M

Sabtu, 2 Maret 2019 - 08:30 WIB

FAJAR.CO.ID, SOLOK SELATAN – Pendataan terhadap bangunan rumah dan fasilitas umum yang rusak serta korban gempa terus dilakukan oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan (Solsel). Hingga pukul 18.00 WIB, Jumat (1/3), BPBD mendata sebanyak 479 unit rumah rusak yang tersebar di tujuh nagari dalam Kecamatan Sangir Balai Janggo, Sangir Batanghari dan Sangir Jujuan. Sedangkan fasilitas umum seperti sekolah, rumah ibadah, sarana kesehatan, kantor dan kios yang rusak 15 unit.

Total kerugian akibat bencana gempa berkekuatan 4,8 SR pukul 01.55 WIB dan 5,3 SR pukul 06.27 WIB yang mengguncang Solsel pada Kamis (28/2), mencapai lebih dari Rp 25,6 miliar. Kepala Pelaksana BPBD Solok Selatan, Johny Hasan Basri menyebutkan, untuk layanan kesehatan pascagempa di masa tanggap darurat ini, sudah didirikan lima titik posko, yakni di Puskesmas Mercu, Puskesmas Abai, Puskesmas Talunan, Puskesmas Bidaralam dan Posko Kesehatan TNI.

”Saat ini, terdapat sebanyak 61 orang korban luka yang dirawat di puskemas dan satu orang dirujuk ke rumah sakit,” katanya dikutip Padang Ekspress (Jawa Pos Grup), Jumat (1/3).

Pemkab bersama para relawan siaga bencana dan sejumlah instansi lainnya seperti dari TNI dan Polri membantu mendirikan tenda pengungsian serta membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan. Di samping itu, juga mendirikan dapur umum dan menyediakan makanan berupa nasi bungkus kepada korban gempa.

Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman mengatakan, dampak gempa di Solsel sangat luas dan kerugian korban sangat besar. Sebagian besar rumah warga di tiga kecamatan terdampak gempa mengalami kerusakan. Bahkan di Nagari Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo, kerusakan dialami sekitar 90 persen rumah warga. Bahkan, ada yang tidak bisa ditempati lagi.

”Untuk sementara, mereka tinggal di tenda-tenda yang didirikan oleh pemda,” kata Abdul.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.