MRT dan LRT Segera Beroprasi, Warga: Kalau Mahal Mending Naik Ojol

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dalam waktu dekat dua moda transportasi berbasis rel akan segera beroperasi di Ibu Kota Jakarta. Warga pun cukup antusias menunggu operasional LRT dan MRT.

Sayangnya warga belum bisa mengetahui berapa besaran tarif keduanya. Karena Pemprov DKI Jakarta bersama dengan pihak terkait masih melakukan pembahasan.

JawaPos.com mencoba meminta pendapat beberapa warga yang aktif menggunakan transportasi umum dalam kesehariannya. Seperti salah satunya, Fitri yang sering memakai Commuter Line.

“Oh iya sering sih kereta, cuma saya agak susah kalau ke Lebak Bulus jadinya berhenti di Stasiun Pasar Minggu kalau nggak Kebayoran Lama. Kalau ada MRT sih semoga mempermudah,” tutur Fitri saat ditemui di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Sabtu (2/3).

Selain itu, menurut Fitri kesulitannya adalah jika harus menyambung dengan ojek online (ojol) sehingga memakan waktu. Namun ia meminta agar harga yang dipatok untuk MRT dapat lebih murah dari ojol.

“Duh kalau Rp 8 ribu mahal banget, mending naik ojol saya Rp 6-7 ribu ke tempat kerja. Kalau bisa sih kurang dari itu ya kan transportasi umum kalau bisa murah,” ungkapnya.

Sementara salah satu karyawan swasta, Bobby yang tiap hari memakai Transjakarta dengan rute Blok M- Sudirman memiliki pandangan sendiri. Ia menyambut baik adanya moda transportasi MRT dan LRT, karena fasilitasnya yang modern.

“Kalau ada nanti bisa membantu sih, modern kan sudah kayak di Jepang, tapi kalau bisa harga harus bersaing sama Transjakarta dan KRL. Jangan sampai ngelonjak sendiri nanti nggak ada yang lirik,” jelas Bobby.

Menurutnya, di awal akan ada banyak penumpang yang penasaran mencoba LRT dan MRT. Namun nantinya jika tarif yang dipatok sangat besar dan jarak tempuh sangat pendek memungkinkan euforia tidak akan bertahan lama.

“Gini, kalau untuk sebulan, dua bulan saya yakin ramai itu pasti. Cuma euforia apalagi anak muda pasti ingin review, cuma kalau kita lihat setahun apa mungkin terus ramai, mana jarak segitu kan. Harus berpihak sama masyarakat,” ucapnya.

Seperti yang diketahui, Pemprov DKI Jakarta belum mengumumkan tarif untuk operasional MRT dan LRT. Padahal sesuai jadwal, kedua moda baru ini akan sama-sama beroperasi pada akhir Maret.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...