SBY Akui Pilpres Kali Ini Lebih Berat dan Keras

Sabtu, 2 Maret 2019 - 06:55 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Meski tidak sedang berada di tanah air, namun Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengamati perkembangan situasi sosial dan politik yang sudah mendekati harinya. Ayah dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu mengaku pemilu kali ini paling berat dan keras dari yang ada sebelumnya.

“Pemilihan Presiden (tahun ini), lebih keras dibandingkan dengan pilpres-pilpres di era reformasi sebelumnya. Polarisasi nampak lebih tajam, disertai hubungan antar identitas yang makin berjarak,” ucap AHY membacakan pesan sang ayah dalam orasi politiknya di Djakarta Theater, Jakarta Selatan, Jumat (1/2).

Dalam surat yang dibacakan putra sulungnya itu, SBY mengaku takut seandainya polarisasi pada masyarakat tersebut dibiarkan berlanjut. Karena, Presiden ke-6 Indonesia itu tidak mau sampai bangsa Indonesia terpecah.

“Jika situasi ini berkembang makin jauh dan melampaui batas kepatutannya, saya khawatir kerukunan dan keutuhan kita sebagai bangsa akan retak. Inilah yang harus kita cegah untuk tidak terjadi di negeri tercinta ini,” ucap AHY membacakan surat itu.

Oleh karena itu, SBY dalam suratnya itu juga berpesan kepada jajaran Partai Demokrat untuk ikut berperan secara aktif agar keseluruhan rangkaian Pemilu 2019 ini berlangsung secara aman dan damai. Tak hanya itu, kadernya harus memastikan agar pemilu berlangsung secara demokratis, jujur dan adil.

“Pemilu memang keras, tapi tak sepatutnya menimbulkan perpecahan dan disintegrasi. Diperlukan tanggung jawab dan jiwa besar kita semua, utamanya para elit dan pemimpin bangsa,” tuturnya.

SBY juga mengingatkan bahwa masyarakat merupakan pemegang kedaulatan sejati dalam kontestasi pilpres kali ini. Atas dasar itu, tidak boleh sampai ada benturan fisik dalam pelaksanaan demokrasi tersebut.

“Semoga praktik berdemokrasi yang baik seperti itu dapat dijaga dan dilaksanakan kembali dalam pemilu tahun 2019 ini,” pungkasnya.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *