33 Getaran Gempa Susulan Terdeksi di Solok Selatan, 5 Kali Dirasakan

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, PADANG PANJANG – Stasiun Badan Metrologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) Padang Panjang, Sumatera Barat memasang alat sensor getar (seismometer) di daerah paling parah terdampak gempa Solok Selatan.Pemasangan alat pendeteksi getaran di permukaan tanah itu guna memastikan detail penyebab gempa yang merusak hampir 500 unit rumah tersebut.Hingga Minggu (3/3), sensor seismik portabel yang dipasang BMKG Padang Panjang telah mencatat 33 kali event (getaran) gempa. Event gempa itu merupakan aktivitas seismik sangat lokal.“33 event gempa itu di kedalaman dangkal (kurang dari 10 km) dan memiliki magnitudo kurang dari 3,” kata Kepala Stasiun BMKG Padang Panjang Irwan Slamet dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/3).Menurut laporan masyarakat, beberapa kali terjadi goncangan yang disertai dengan bunyi dentuman. “Dari 33 event gempa itu, 5 diantaranya dirasakan oleh warga sekitar,” katanya.Sebelumnya, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Padang Panjang Mamuri mengatakan, alat seismometer dapat memantau aktivitas zona sesar Sumatera. Apakah masih ada noise atau pergerakan tanah sehingga dapat dikaji lebih dalam.“Jadi memang bahwa (gempa Solok Selatan) pertemuan segmen sesar suliti-siualak. Tapi, sesar sumatera tidak garis lurus. Jadi ada beberapa cabang-cabang yang belum terdeteksi,” kata Mamuri.Menurutnya, pusat gempa yang menguncang Kabupaten Solok Selatan berada di zona sesar sumatera yang salah satu cabang utamanya dari segmen sesar suliti. Gempa bumi ini merupakan jenis gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake).

  • Bagikan