Dari Sosialisasi Pemilih di Ambon, KPU: Kami Sudah Optimal

  • Bagikan

Anggota Komisi II yang bermitra dengan KPU ini juga meminta masyarakat untuk selektif dalam menerima informasi. Di dunia digital saat begitu banyak informasi hoax yang sengaja dibuat untuk menciptakan kegaduhan politik.“Tugas kita adalah tidak salah menerima informasi hoax dan ikut menyebarluaskannya. Kita harus menjadi pemilih yang cerdas agar demokrasi yang dihasilkan lebih berkualitas,” harapnya.Sementara itu, terkait tantangan konsolidasi dalam Pemilu, Pengamat politik, Fajrin Rumalutur mengatakan ada tiga faktor yang cukup berpengaruh, pertama politik identitas, kemudian politik uang dan ketiga informasi Hoax.“Jika tidak ada remed-nya Politik identitas ini bisa mengarah jadi perpecahan di masyarkat. Demokrasi yang dihasilkan pun jauh dari harpan demokrasi. Ini tentu jadi masalah yang harus diatasi,” ujarnya.Selain itu, kata dia, persoalan lainnya adalah politik uang. Data Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat pengaruh politik uang dalam pemilu adalah 5 persen. Meski pengharuhnya tidak dominan namun jika dikonversikan dalam jumlah pemilih 192 juta maka totalnya cukup mengkhawatirkan.“Berikutnya masalah hoax. Saat ini Interaksi masyarakat di dunia maya cukup dominan. Bersamaan dengan itu penyebaran berita palsu atau hoax dianggap ikut membentuk persepsi pemilih. Karenanya Hoax perlu dilawan,” ajak Fajrin.Sementara itu, sosialisasi pemilih 2019 ini merupakan program kerjasama antara Komisi II DPR RI bersama KPU. Sosialisasi turut menghairkan pembicara dari KPU Provinsi Maluku, Anggota DPR RI Rohani Vanath dan pengamat politik muda Fajrin Rumalutur. (IQ/FAJAR)

  • Bagikan