Irigasi Perpompaan Jadi Harapan Baru Petani Menghadapi Kekeringan

Minggu, 3 Maret 2019 16:37
Belum ada gambar

BANTUL – Irigasi Perpompaan dinilai menjadi salah satu solusi petani cokelat (Kakao) saat menghadapi kekeringan. Petani Kakao di Kabupaten Bantul, DIY misalnya, sebelumnya petani Kakao hanya berharap pada air hujan untuk mengairinya.Direktur Irigasi Pertanian Rahmanto mengatakan, Irigasi Perpompaan merupakan program kegiatan Drektorat Irigasi Pertanian, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP).”Ini bagian dari program optimalisasi pemanfaatan air permukaan dengan pompanisasi untuk menyediakan air irigasi terutama pada lahan budidaya yang kekurangan air (kekeringan),” jelas Rahmanto, Minggu (3/3).Irigasi Perpompaan ini telah dialokasikan selama 3 tahun terakhir (2016-2018). Total kegiatan irigasi perpompaan selama 3 tahun sebanyak 3.102 unit (angka realisasi per Januari 2019).”Dengan estimasi luas layanan per unit seluas 20 hektare, maka luas areal yang dapat diairi saat musim kemarau seluas 62,04 ribu hektar,” ungkapnya.Irigasi perpompaan merupakan sistem irigasi dengan menggunakan pompa air yang pendistribusiannya melalui saluran terbuka maupun tertutup. Irigasi perpompaan ini mencangkup tiga komponen utama yaitu pompa air dan kelengkapannya, bak penampung sebagai reservoir untuk mendekatkan jarak dari sumber air ke lahan, kemudian jaringan distribusi baik tertutup maupun terbuka yang berfungsi untuk membawa dan atau membagi air ke lahan yang akan diairi.Poktan Tani Makmur, Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, optimis kebun Kakao seluas 15 hektare yang mereka kelola akan meningkat produksinya cukup signifikan. Karena sudah menggunakan perpompaan, tidak mengandalkan air hujan lagi untuk menyirami.

Bagikan berita ini:
8
3
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar