Pasar Ikan Modern Muara Baru Akan Diresmikan Jokowi Pertengahan Maret

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Para pedagang di Pasar Ikan Modern (PIM) Muara Baru sudah menempati lapak-lapak sejak 17 Februari 2019 lalu. Mereka meninggalkan tempat pelelangan ikan yang lama dan menikmati tempat lelang ikan baru.

Aktivitas bongkar muat ikan dari pelabuhan menuju PIM juga sudah terlihat. Mereka tampak menikmati suasana baru tempat pelelangan ikan di Muara Baru, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Bangunan yang berdiri di atas lahan 9.856 meter persegi dengan 992 unit lapak pedagang itu rencananya akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada pertengahan Februari ini. Pasar modern pertama di Indonesia itu sudah rampung dibangun sejak awal 2018 lalu.

Pantauan di lokasi, meskipun belum diresmikan langsung oleh Presiden, ratusan pedagang sudah beraktivitas melelangkan ikan di PIM. Ada pula pedagang yang sibuk menunggu kiriman muatan ikan. Selain itu, tak sedikit pedagang yang sibuk membersihkan dan mengemas ikan-ikan hasil tangkapan di laut.

Pintu masuk utama menuju PIM terkesan modern. Dibuat dengan dinding dan pintu kaca sensor otomatis, pengunjung bisa masuk secara otomatis tanpa repot-repot membuka pintu. Hal itu menambah kesan modern dari PIM Muara Baru.

Di sisi kiri gedung, terdapat eskalator untuk membawa pengunjung ke lantai dua. Sementara, di lantai dua sendiri merupakan tempat food court yang rencananya menjajakan kuliner ikan Nusantara. Selain itu, sarana prasarana pendukung seperti IPAL, fiber bak ikan, instalasi air bersih, MCK sudah tersedia. Bahkan, di sisi kanan gedung sudah berdiri masjid yang cukup megah.

Pedagang ikan oleh Santino, 40, mengatakan, tempat pelelangan ikan baru ini lebih bersih dan tertata ketimbang tempat pelelangan sebelumnya. Dia baru menempati lapak lelang ikan di PIM Muara Baru sekitar dua pekan lalu.

Untuk penggunaan air bersih dan biaya retribusi kebersihan dan sebagainya belum ditentukan oleh pengelola. Mengingat, bangunan tersebut belum secara resmi dibuka. Sehingga, baik dari pengelola maupun pemerintah, belum ada aturan yang mengikat bagi penjual ikan terkait biaya penggunaan fasilitas dan sebagainya.

“Rencananya sih akan diresmikan sama Presiden dan Bu Menteri Susi tanggal 13 Maret ini. Belum ada (aturan) suruh bayar listrik atau air, soalnya kami baru pindah ke sini. Mungkin kalau sudah diresmikan sudah ada ketentuan bayar, karena per lapak ada meter PDAM,” ujarnya di PIM Muara Baru, Minggu (03/03).

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, PIM Muara Baru diisi 900 lapak basah, 69 kios pasar kering, 18 kios pancing, dan 68 kios ikan segar. PlM ini akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung antara lain chiling room, ice storage, layanan perbankan, klinik kesehatan, wisata kuliner, laboratorium, masjid, pengepakan ikan, gardu PLN, dan instalasi pengelolaan air limbah.

Bangunan yang direncanakan memiliki 3 lantai ini disinyalir akan menjadi salah satu tujuan wisata di wilayah Jakarta Utara yang menarik untuk dikunjungi. Paradigma pasar ikan yang kotor dan basah akan berubah setelah memasuki PIM Muara Baru.

”Saya ingin pasar ikan modern ini bisa jadi titik tolak pembangunan. Yang lebih ramah kepada masyarakat, bagi para pemakai. Buat para pengguna dan pecinta sea food. Baik seafood darat maupun seafood dari laut,” ujarnya saat meresmikan pembangunan PIM Muara Baru pada 8 Februari 2018 lalu.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...