Subsidi Transjakarta Capai Rp 3,2 Triliun, Berapa untuk MRT dan LRT?

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta belum memberikan kepastian tarif untuk dua moda transportasi baru yaitu MRT dan LRT. Begitupula dengan skema subsidi yang akan diberikan juga masih dalam pembahasan.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Sigit Widjatmoko menjelaskan, skema subsidi untuk dua moda transportasi itu masih dibahas antar beberapa pihak. Dirinya juga belum bisa memastikan apakah skema subsidi nantinya akan sama seperti yang diberikan ke Transjakarta.

Untuk kedua moda baru LRT dan MRT Jakarta, Sigit pun masih tengah melakukan kajian atas pola subsidi yang akan diterapkan. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan suistainable layanan dan peningkatan kinerja koorporasinya

“Terkait dengan pola subsidi MRT dan LRT masih dibahas dan akan disampaikan secara resmi oleh Pemprov sebagai bagian dari penetapan tarif MRT maupun LRT Jakarta. Mohon bersabar,” ungkap Sigit kepada JawaPos.com, Sabtu (2/3).

Sementara itu, dalam Rencana Anggaran Kerja Perusahaan (RKAP) 2019, Transjakarta mendapatkan subsidi sebesar Rp 3,21 triliun. “Adapun skemanya adalah selisih antara total cost dengan total income dari fare boxatau tiket saja,” ujarnya.

Sebagai informasi, PT Transjakarta juga menerima subsidi yang hampir sama pada 2018 yaitu Rp 3,2 triliun. Namun sayangnya dalam RKAP 2018 penyerapan subsidi atau public service obligation (PSO) hanya sebesar Rp 2,8 Triliun.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pembahasan tarif Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta sudah final. Namun, ia belum mau mengumumkan tarif yang ditetapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Tarif MRT sudah fase final, tinggal masalah pengumuman saja. Tapi sekarang sebelum data lengkap, saya tidak akan mengumumkan,” ujar Anies di GOR Pasar Minggu, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...