Andi Arief Ditangkap, Karding: Semoga Mereka Bisa Menerima Kenyataan Ini


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demorat, Andi Arief ditangkap polisi saat diduga menggunakan narkoba jenis sabu. Kader partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu dibekuk saat di kamar 1214, Hotel Peninsula, Slipi, Jakarta Barat.Menanggapi hal itu, Wakil Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan merasa prihatin dengan kasus narkoba yang menjerat Andi Arief. Kasus ini menunjukkan kepada kita bahwa bahaya narkoba bisa mengancam artis, anak-anak, hingga politikus‎.Karding berharap kasus narkoba Andi Arief tidak dipolitisasi sebagai bentuk serangan terhadap oposisi. Karena menurutnya, polisi sudah bekerja profesional berdasarkan bukti yang ada.“Narkoba adalah musuh kita bersama, dan polisi punya tugas untuk menyelamatkan bangsa ini dari kasus narkoba,” ujar Karding saat dikonfirmasi, Senin (4/2).Mantan sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengaku paham, bahwa ditangkapnya Andi Arief dalam kasus narkoba menjadi pukulan serius bagi Partai Demokrat maupun kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Tentu saja sedikit banyak akan mempengaruhi citra maupun elektabilitas.“Kita tahu selama ini Andi Arief berperan sebagai influencer bagi Demokrat dan kelompok oposisi yang memojokkan kinerja pemerintah. Tapi ini bukan berarti pemerintah mesti disalahkan. Semoga mereka bisa menerima kenyataan ini. Dan bahan intsrospeksi diri,” katanya.Menurut Karding, pemerintahan Jokowi telah menunjukkan komitmen yang serius dalam upaya memerangi narkoba. Ini terlihat dari sikap tegas presiden yang menginstruksikan tembak di tempat bandar narkoba yang melawan hukum.

Komentar

Loading...