Cak Nanto Difitnah Kader Muda Muhammadiyah Harap Ruang Publik Diisi Narasi Mengedepankan Tabayyun

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kader Muda Muhammadiyah Pamekasan, Jawa Timur, Syarifuddin berharap ruang publik, terutama medsos dapat diisi dengan narasi yang sejuk dengan mengedepankan tabayyun. Hal itu menyusul adanya pemberitaan yang tidak benar terhadap Ketua Pemudah Muhammadiyah Sunanto atau yang karib disapa Cak Nanto terkait dengan penghapusan kata kafir.

Ia menuturkan bahwa, hasil Munas NU terkait pelarangan penggunaan kata kafir semestinya ditanggapi dengan bijak. Menurut Syarifuddin, sebagian pihak bisa tidak setuju dengan argumen Cak Nanto. Akan tetapi, Syarifuddin menegaskan, ketidaksetujuan itu tidak disampaikan dalam bentuk fitnah.

“Mari ekspresikan ketidaksetujuan dengan narasi-narasi dialogis tanpa ada umpatan apalagi fitnah dan prasangka negatif seperti yang disematkan kepada Cak Nanto,”ungkapnya melalui keterangan pers yang didapatkan FAJAR.CO.ID, Senin (4/3).

Sementatra itu, meski kerab dikabarkan tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya, A Hidayat yang tak lain adalah adik panti Cak Nanto mengungkapkan bahwa, Cak nanto tidak menyimpan dendam. Tudingan miring yang dialamatkan ke Cak Nanto selalu disikapi dengan tenang oleh Cak Nanto.

“Sama dengan Cak nanto yang saya kenal dulu, dia tidak berubah. Tenang dan seolah tidak ada rasa sakit hati. Semoga Cak Nanto tetap diberi kekuatan. Pimpin PPPM dengan gayamu Cak,” katanya.

Belum genap setahun menjadi Ketua Pemuda Muhammadiyah, Hidayat mengungkapkan bahwa Cak Nanto sudah mendapatkan tudingan-tudingan yang tidak semestinya. Tudingan yang dialamatkan kepada Cak Nanto antara lain itu seperti menjadi ‘titipan’ istana, mempersoalkan reuni 212 sampai anggapan setuju dengan penghapusan istilah kafir.

“Seolah setiap kali Cak Nanto mengemukakan pendapatnya, di saat itu juga ada kontroversi. Sebuah kontroversi yang tidak jarang dibarengi dengan hujatan, makian dan bullying (rundung) fisik yang kasar,” ungkapnya.

Tudingan itu sempat membuat gaduh, khususnya dimedia social. Bahkan, sampai ada hujatan yang dialamatkan kepada Cak Nanto, tak ingin berlarut dan menjadi panjang dirinya mengaku sempat meminta Cak Nanto untuk melakukan klarifikasi. Namun dengan santai Cak Nanto mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengambil pusing soal kegaduhan tesebut.

“Ternyata bagi Cak Nanto, berdebat secara keras hanya menambah kebisingan. Cak Nanto tidak ingin berhadap-hadapan dengan sesama saudara Muslim. Cak Nanto menilai hujatan dan cacian di medsos akan menjadi penyemangat PPM.Jjika dirinya terus berupaya meng-counter ujaran di medsos, maka itu akan menghabiskan energi dakwah. Cak Nanto sadar ada upaya menggiring ke sentimen negatif atas apa yang diucapkan,” kata Hidayat menirukan jawaban Cak Nanto soal kegaduhan yang terjadi.

Hidayat juga menyebut, “Pesan penting yang Cak Nanto bilang ke saya yaitu ‘segala hal, jika berawal dari kebencian, hanya akan berakhir dengan kekacauan. Kebencian itu bukan wataknya orang Islam’. Cak Nanto terbuka untuk berdialog. Cak Nanto ingin kebencian disisihkan.” (yog)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...