Cak Nanto Difitnah Kader Muda Muhammadiyah Harap Ruang Publik Diisi Narasi Mengedepankan Tabayyun

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Kader Muda Muhammadiyah Pamekasan, Jawa Timur, Syarifuddin berharap ruang publik, terutama medsos dapat diisi dengan narasi yang sejuk dengan mengedepankan tabayyun. Hal itu menyusul adanya pemberitaan yang tidak benar terhadap Ketua Pemudah Muhammadiyah Sunanto atau yang karib disapa Cak Nanto terkait dengan penghapusan kata kafir.

Ia menuturkan bahwa, hasil Munas NU terkait pelarangan penggunaan kata kafir semestinya ditanggapi dengan bijak. Menurut Syarifuddin, sebagian pihak bisa tidak setuju dengan argumen Cak Nanto. Akan tetapi, Syarifuddin menegaskan, ketidaksetujuan itu tidak disampaikan dalam bentuk fitnah.

“Mari ekspresikan ketidaksetujuan dengan narasi-narasi dialogis tanpa ada umpatan apalagi fitnah dan prasangka negatif seperti yang disematkan kepada Cak Nanto,”ungkapnya melalui keterangan pers yang didapatkan FAJAR.CO.ID, Senin (4/3).

Sementatra itu, meski kerab dikabarkan tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya, A Hidayat yang tak lain adalah adik panti Cak Nanto mengungkapkan bahwa, Cak nanto tidak menyimpan dendam. Tudingan miring yang dialamatkan ke Cak Nanto selalu disikapi dengan tenang oleh Cak Nanto.

“Sama dengan Cak nanto yang saya kenal dulu, dia tidak berubah. Tenang dan seolah tidak ada rasa sakit hati. Semoga Cak Nanto tetap diberi kekuatan. Pimpin PPPM dengan gayamu Cak,” katanya.

Belum genap setahun menjadi Ketua Pemuda Muhammadiyah, Hidayat mengungkapkan bahwa Cak Nanto sudah mendapatkan tudingan-tudingan yang tidak semestinya. Tudingan yang dialamatkan kepada Cak Nanto antara lain itu seperti menjadi ‘titipan’ istana, mempersoalkan reuni 212 sampai anggapan setuju dengan penghapusan istilah kafir.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi Fajar

Comment

Loading...