24,9 Persen Pemilih Islam yang Anggap Ekonomi Buruk Pilih Prabowo

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pemilih muslim menjadi aspek yang paling diburu oleh setiap kandidat yang berkompetisi di Pilpres 2019. Dari survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, didapati base pemilih Islam sebesar 87,8 persen.

LSI kemudian mengkategorikan pemilih Islam di kedua kubu pada penilaian terhadap kondisi ekonomi Indonesia sekarang. Hasilnya, pun terjadi perbedaan mencolok antara pemilih pasangan petahana, Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan pesaingnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Di base 24,9 persen pemilih Islam yang menganggap ekonomi buruk, sebanyak 63,7 persen merupakan pemilih Prabowo-Sandi. Hanya 26,3 persen yang merupakan pemilih Jokowi-Ma’ruf.

Sementara itu, dari base 71,0 persen pemilih Islam menilai ekonomi baik, 67,1 persen merupakan pemilih Jokowi-Ma’ruf. Sedangkan 23,8 persen merupakan pemilih Prabowo-Sandi.

“Jokowi-Ma’ruf unggul di segmen pemilih muslim yang menilai ekonomi baik. Sedangkan Prabowo-Sandi unggul di segmen pemilih muslim yang menilai ekonomi buruk,” ujar Peneliti LSI, Ardian Sofa di kantor LSI Denny JA Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (5/3).

Di bagian pemilih minoritas dengan base 12,2 persen juga turut dibedah dalam hal penilaian terhadap kondisi ekonomi. Dari base 85,0 persen yang mengatakan ekonomi baik, 87,2 persen merupakan pemilih petahana. Hanya 7,2 persen yang mengaku memilih oposisi.

Sedangkan di base 9,5 persen yang mengatakan ekonomi buruk, pemilih Jokowi-Ma’ruf angkanya paling tinggi yakni 50,0 persen. Pemilih Prabowo yang menilai ekonomi buruk hanya 42,9 persen.

“Jokowi-Ma’ruf unggul di pemilih yang menilai ekonomi baik atau buruk. Namun, selisih kemenangan Jokowi-Ma’ruf lebih besar di segmem ekonomi baik,” jelas Ardian.

Sebagai informasi, survei ini dilakukan pada rentang waktu 18-25 Februari 2019, melibatkan 1.200 responden. Metode yang digunakan yaitu multistage random sampling, dengan wawancara tatap muka. Margin of error survei sebesar 2,9 persen.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment