6 Bulan Kampanye, Elektabilitas Jokowi dan Prabawo Makin Jauh

Selasa, 5 Maret 2019 - 15:56 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Setelah enam bulan masa kampanye berjalan, jarak elektabilitas antara pasangan petahana, Jokowi-Ma’ruf dengan penantangnya Prabowo-Sandi sudah semakin lebar. Kondisi itu terungkap dalam hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

Dalam survei kali ini, pasangan Joko-Ma’ruf mendapat elektabilitas sebesar 58,7 persen. Sementara itu, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat dukungan sebesar 30,9 persen. Selisih antara keduanya meningkat menjadi sekitar 28 persen. Padahal, dalam survei-survei sebelumnya masih berkisar 20 persen.

“Sementara responden yang belum memutuskan, merahasiakan, atau tidak menjawab menjawab sebesar 9,9 persen,” ujar Peneliti LSI, Ardian Sopa di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (5/3).

Total dukungan kepada dua pasangan ini sendiri belum mencapai angka 100 persen jumlah responden. Sebab dalam simulasi surat suara masih ada ditemukan suara tidak sah dalam survei tersebut.

“LSI mencoba memotret secara lebih akurat, dengan menggunakan simulasi menyodorkan kertas suara dalam kegiatan survei. Hasilnya, suara tidak sah tercatat sebesar 0,5 persen,” tutur dia.

Namun, Ardian menuturkan, survei ini belum pasti menggambarkan pasangan petahana akan menang mutlak atas kompetitornya. Sebab masih ada 43 hari masa kampanye untuk masing-masing paslon memperbesar elektoralnya.

Namun, dalam tren elektabilitas selama 3 bulan terakhir pasangan Jokowi-Ma’ruf cenderung terus meningkat. Dibuka dengan 53,2 persen pada November 2018. Selanjutnya, 54,2 persen pada Desember, dan 54,8 persen pada Januari 2019.

Sementara itu, pasangan Prabowo-Sandi cenderung naik turun elektabilitasnya namun dalam selisih yang tipis. Dibuka dengan 31,2 persen pada November 2018. Selanjutnya, 30,6 persen pada Desember, dan 31,0 persen pada Januari 2019.

“Tren elektabilitasnya ada yang naik dan ada yang turun, tapi jaraknya relatif stabil yaitu di atas 20 persen. Jika dilihat tren ini sebenarnya pertarungan sudah selesai. Tapi, namanya politik sangat dinamis. Kita harus menunggu hasil resminya dari KPU,” pungkas Ardian.

Sebagai informasi, survei ini dilakukan pada rentang waktu 18-25 Februari 2019, melibatkan 1.200 responden. Metode yang digunakan yaitu multistage random sampling, dengan wawancara tatap muka. Margin of error survei sebesar 2,9 persen.

(JPC)

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.