Mabes Polri Klaim Tidak Tahu Andi Arief yang Dilaporkan Masyarakat

Selasa, 5 Maret 2019 - 08:47 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Di tengah kesibukan persiapan pilpres dan pileg, Partai Demokrat (PD) diguncang kabar mengejutkan. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PD Andi Arief ditangkap polisi karena kasus narkoba. Namun, Andi tampaknya tidak akan dijebloskan ke dalam bui. Sebab, polisi menyebutnya hanya korban alias pengguna, bukan pengedar.

Andi ditangkap tim dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Minggu malam (3/3) di Menara Peninsula Hotel, Jakarta Barat. Kemarin Jawa Pos mendatangi hotel tersebut. Lift menuju lantai kamar yang dipakai Andi tidak bisa sembarangan diakses. Hanya tamu hotel dengan kartu khusus yang dapat naik lift.

“Betul, semalam (Minggu malam) ada dari pihak kepolisian datang untuk melakukan penangkapan,” ucap Public Relations Manager Menara Peninsula Hotel Elizabeth Ratna Sari.

Menurut Elizabeth, petugas mulai berdatangan pukul 20.50. Mereka meminta izin mendatangi kamar yang diinapi Andi. Saat itulah penggerebekan dilakukan. “Sampai sekitar jam satu pagi,” ujarnya.

Namun, dia enggan menjawab saat ditanya detail keberadaan Andi malam itu. Dia juga tak mau menjawab kabar mengenai Andi yang datang berdua dengan seorang perempuan. Elizabeth hanya menjelaskan bahwa setiap tamu hotel tidak dilarang menginap bersama keluarga atau rekan mereka.

Informasi awal memang menyebutkan bahwa Andi sedang bersama seorang perempuan saat ditangkap polisi. Bersamaan dengan kabar itu, beredar pula foto-foto seorang perempuan yang disebut-sebut berada di dalam kamar hotel bersama Andi. Ada juga foto toilet hotel yang dibongkar dan barang bukti seperti alat isap sabu-sabu, rokok, hingga kondom.

Namun, kabar itu dibantah Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal. Dia menyampaikan bahwa saat penangkapan, petugas tidak mendapati orang lain. “Cuma satu, hanya Saudara AA (Andi Arief, Red),” tegas dia.

Meski begitu, Iqbal menambahkan bahwa bisa jadi sebelum penggerebekan, perempuan yang disebut menemani Andi lebih dulu meninggalkan kamar hotel. “Karena itu, kami sedang dalami lagi,” ujarnya. “Bahwa nanti berkembang sebelumnya ada siapa dan lain-lain, kami sampaikan nanti,” imbuh Iqbal.

Dia juga meminta masyarakat tidak mudah percaya pada foto-foto yang beredar. Dia menyebut, keterangan yang beredar sebelum dirinya memberikan penjelasan bisa saja sudah ditambah-tambahi.

Sempat muncul informasi bahwa Andi berusaha membuang sabu-sabu dan alat isapnya ke dalam toilet. Namun, lagi-lagi informasi tersebut dibantah Iqbal. “Itu kan beredar foto kloset sampai copot dan lain-lain. Sekali lagi rekan-rekan, itu semua belum tentu benar,” imbuhnya.

Pemeriksaan saksi-saksi untuk melengkapi data dan fakta bakal terus dilakukan. Termasuk Andi yang hingga tadi malam masih diperiksa di kantor Direktorat Tindak Pidana NarkobaBareskrim Polri, Jakarta Timur. Petugas juga perlu tahu sudah berapa lama serta dari mana Andi mendapatkan sabu-sabu itu. “Sedang didalami,” imbuhnya.

Iqbal menjelaskan, penangkapan Andi berdasar laporan masyarakat yang masuk ke polisi. Awalnya, pihaknya tidak tahu bahwa sosok yang dilaporkan mengonsumsi narkoba itu adalah Andi.

Iqbal mengatakan, memang tidak ada barang bukti sabu-sabu yang ditemukan petugas. Namun, hasil tes urine menegaskan bahwa Andi positif mengonsumsi sabu-sabu. “Beberapa yang diduga barang bukti, yang diduga seperangkat alat untuk menggunakan narkoba, sudah kami sita,” terang Iqbal.

Hingga tadi malam, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri belum menemukan hubungan antara Andi dan pengedar atau bandar tertentu. Karena itu, hingga kemarin aparat kepolisian menduga Andi hanya pengguna. Bahkan, Iqbal menyampaikan, Andi bisa disebut korban. Karena itu, status Andi sampai kemarin malam masih terperiksa. Selanjutnya, petugas bakal memastikan status Andi dalam waktu 3 x 24 jam. Karena masih terperiksa dan diduga sebagai korban, opsi rehabilitasi juga terbuka.

Iqbal menyampaikan, mekanisme tersebut memang berlaku bagi pengguna narkoba yang memenuhi syarat untuk direhabilitasi.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *