Ada Dendam dan Cerita Fiksi di Balik Tuntutan Jaksa kepada Lucas

Kamis, 7 Maret 2019 12:40

FAJAR.CO.UD, JAKARTA – Kebenaran itu pasti terkuak. Perjuangan akan terus berlanjut. Selama pengadilan masih berpijak pada fakta yang sesungguhnya, Lucas tak menyerah.Lucas tak habis pikir dengan sikap para jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga anti rasuah itu semestinya harus menjaga integritas. Terutama dalam mengawal perkara di pengadilan.Namun yang terjadi justru sebaliknya. Lucas merasa dicurangi. Profesionalisme jaksa KPK dipertanyakan. “Saya kira saudara jurnalis mengikuti persidangan ini dari awal. Jadi tuntutan hari ini dari JPU (jaksa KPK) adalah kekeliruan yang sangat besar,” ujar Lucas usai mengikuti sidang di Pengdilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, (6/3/2019).Lucas merupakan terdakwa kasus perintangan penyidikan. KPK menilai Lucas membantu pelarian Eddy Sindoro ke luar negeri. Eddy sendiri merupakan tersangka dugaan suap panitera PN Jakarta Pusat, Edy Nasution terkait pengurusan sejumlah perkara perusahaan di bawah Lippo Group.Sejak penetapan tersangka, sidang demi sidang dilalui Lucas. Lucas tahu bahwa ada kekeliruan jaksa di balik penetapannya sebagai tersangka. Hal itu pun terungkap di pengadilan. Para saksi yang dihadirkan justru menegaskan Lucas tak terlibat.Stephen Sianarto, Michael Sindoro, hingga Eddy Sindoro adalah saksi yang mengungkapkan hal itu dipersidangan. “Dan nyata sekali, apa yang diformulasikan JPU sangat keliru. Karena tidak sesuai dengan fakta hukum dipersidangan. Sangat tidak objektif. Dan yang harus digarisbawahi saya tidak ada peranan sama sekali dari apa yang didakwakan KPK,” kata Lucas.

Komentar