Pengelolaa Air dalam Optimasi Lahan Rawa di Sulsel

Kabupaten Wajo - Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan wilayah Sulawesi Selatan sebagai kawasan strategis program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi). Setidaknya ada 5 Kabupaten yang saat ini sedang dan sudah digarap.

"Pertama ada di Kabupaten Siterap, Kabupaten Wajo yang mencakup beberapa kecamatan, Kemudian di Kabupaten Bone dan Kabupaten Soppeng. Yang jelas, lahan di Sulsel Subur," ujar Kurmen Sudarman, Peneliti dari Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi Balitbang Bogor, Jawa Barat saat ditemui di Desa Attakae, Kecamatan Tempe, Rabu (6/3).

Kurmen mengatakan, ada tiga pilihan model yang bisa diterapkan pada Program Serasi di Sulsel. Pertama adalah model pengolahan air atau optimalisasi lahan rawa. Kemudian pengembangan lahan di sepanjang saluran palaguna untuk lahan kering atau lahan tadah hujan.

"Yang terakhir adalah model pengelolaan air di lahan pasang surut. Dari 3 model di 5 lokasi ini kita sudah survei desainya. Tapi soal biaya biar dinas setempat saja yang menjelaskan berapa anggaranya," katanya.

Di Sulsel, kata Kurmen, total luasan lahan kurang lebih mencapai 19 ribu hektare. Luasan itu memiliki rincian 1.450 hektare berada di Desa Mojong, 1.460 hektare di Desa Lempangan, 15.500 di saluran Palaguna dan 418 hektare di Kabupaten Soppeng serta ribuan hektare lainnya di desa lain.

"Ini lahan yang kebanyakan sudah dikelola oleh petani. Nah, tugas kita adalah bagaimana menyediakan air di musim kemarau agar petani bisa tetap tanam walaupun kondisi kekeringan," katanya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi Fajar


Comment

Loading...