Buku ‘Dari Jokowi ke Harari’ Siap Terbitkan Cetakan Kedua dan Ketiga

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Buku 'Dari Jokowi ke Harari' yang ditulis oleh Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Rizal Mallarangen menjadi rujukan cara kampanye politik terbaru di pemilihan umum (Pemilu) 2019.

Bagaimana tidak, buku yang ditulis dengan rujukan data keberhasilan Jokowi itu memaparkan cara kampanye yang mendidik. Pasalnya, Pemilu 2019 dipenuhi dengan penyebaran informasi tak benar alias hoax.

Pemilihan sosok Joko Widodo alias Jokowi dalam buku ini, tak lepas dari pengaruh dan kepopulerannya dalam dunia politik saat ini. Jokowi tak hanya politisi, tapi dia juga pemimpin, Presiden dan bisa dibilang sejarawan.

"Kan sekarang lagi jadi bintang, iya kan?. Dan ini bukan dari saya, judulnya dari Pak Sahal, tetapi ini kan seperti puisi gitu, dari Jokowi ke Rahari dan kebetulan satu politisi, pemimpin, presiden, orang politik dan orang Pemerintahan, sejarawan yang abstrak teknologi peradaban," Rizal Ramli usai bedah buku 'Dari Jokowi ke Harari' di Tjikini Lima Restaurant, Jumat (8/3).

Selain itu, buku yang akan kembali dibedah di Yogyakarta pada, Minggu 10 Maret 2019 ini juga memancing munat baca anak-anak muda untuk lebih tau tentang sosok Jokowi dan Harari itu sendiri. Pasalnya, banyak anak muda Indonesia yang belum mengenal siapa atau apa itu Harari.

"Jadi ok lah, untuk memancing minat baca. Biasanya orang akan nanya pada saya beberapa kali, Jokowi sih saya tau, Harari siapa ya, berarti ada keingin tahuan soal Harari. Pasti orang akan beranggapan Harari orang penting deh, karena berdampingan dengan Jokowi. Jadi dengan begitu, minat orang untuk cari tau karena dia salah satu penulis yang paling terkenal, yang paling pengaruh dan paling dibaca orang. Kalau anak-anak muda di Amerika, Eropa, India membahas Harari, masa anak muda Indonesia ngga ikut!. Ya bisa aja pendapatnya benar atau salah, tapi ikut dalam dialog besar dalam masa depan manusia itu selalu menyenangkan," ucap Mallarangen.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : RBA


Comment

Loading...