Empat Pejabat PUPR Kembalikan Uang Suap Proyek SPAM, Segini Jumlahnya

Jumat, 8 Maret 2019 - 20:53 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan ada empat pejabat PUPR yang mengembalikan uang sekitar Rp 2 miliar terkait kasus dugaan suap proyek sistem penyediaan air minum (SPAM). Dengan demikian, pejabat PUPR yang mengembalikan duit terkait kasus ini menjadi 59 orang.

“Total pihak yang mengembalikan uang adalah 59 orang pejabat di Kementerian PUPR,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah pada awak media, Jumat (8/3).

Febri mengatakan dari 59 orang itu total uang yang sudah diterima KPK terkait kasus dugaan suap ini sekitar Rp 22 miliar, USD 148.500 dan SGD 28.100. Selain menerima pengembalian uang, KPK juga telah memeriksa sekitar 28 Kepala Satuan Kerja (Kasatker) SPAM sebagai saksi kasus ini.

“Kasatker yang diperiksa sampai saat ini terdapat 28 orang dari berbagai daerah di Indonesia,” tukasnya.

Selain uang, mantan aktivis ICW ini mengatakan KPK juta menyita tanah dan rumah senilai Rp 3 miliar di Sentul dari salah satu Kasatker yang masih berstatus sebagai saksi. Tak hanya itu, ada juga emas batangan seberat 500 gram dari salah satu pejabat Kementerian PUPR yang disita KPK.

Dalam kasus yang berawal dari operasi tangkap tangan (OTT), ada delapan orang yang telah menjadi tersangka. Mereka berasal dari pihak swasta dan pejabat Kementerian PUPR.

Para tersangka yang diduga sebagai penerima ialah Anggiat selaku Kepala Satker SPAM Strategis/PPK SPAM Lampung. Dia diduga menerima Rp 350 juta dan USD 5.000 untuk pembangunan SPAM Lampung dan Rp 500 juta untuk pembangunan SPAM Umbulan 3 Jawa Timur, Meina Woro Kustinah selaku PPK SPAM Katulampa.

Dia diduga menerima Rp 1,42 miliar dan SGD 22.100 untuk SPAM Katulampa, Nazar selaku Kepala Satker SPAM Darurat. Dia diduga menerima Rp 2,9 miliar untuk pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan Donggala, Palu, Sulteng dan Donny Sofyan Arifin selaku PPK SPAM Toba-1. Donny diduga menerima Rp 170 juta untuk pembangunan SPAM Toba-1.

Duit suap itu, menurut KPK, diduga diberikan oleh Budi Suharto, Dirut PT WKE; Lily Sundarsih, Direktur PT WKE; Irene Irma, Direktur PT TSP; dan Yuliana Enganita Dibyo, Direktur PT TSP. Keempatnya juga jadi tersangka.

KPK menduga suap itu ditujukan agar PT WKE dan PT TSP memenangkan proyek SPAM. Hasilnya, kedua perusahaan itu memenangi 12 proyek SPAM pada 2018 dengan nilai total Rp 429 miliar.

Saat ini, KPK telah menyelesaikan penyidikan untuk empat tersangka dari pihak swasta, yakni Budi, Lily, Irene, dan Yuliana. Keempatnya segera disidangkan.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.