Empat Pejabat PUPR Kembalikan Uang Suap Proyek SPAM, Segini Jumlahnya

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan ada empat pejabat PUPR yang mengembalikan uang sekitar Rp 2 miliar terkait kasus dugaan suap proyek sistem penyediaan air minum (SPAM). Dengan demikian, pejabat PUPR yang mengembalikan duit terkait kasus ini menjadi 59 orang.“Total pihak yang mengembalikan uang adalah 59 orang pejabat di Kementerian PUPR,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah pada awak media, Jumat (8/3).Febri mengatakan dari 59 orang itu total uang yang sudah diterima KPK terkait kasus dugaan suap ini sekitar Rp 22 miliar, USD 148.500 dan SGD 28.100. Selain menerima pengembalian uang, KPK juga telah memeriksa sekitar 28 Kepala Satuan Kerja (Kasatker) SPAM sebagai saksi kasus ini.“Kasatker yang diperiksa sampai saat ini terdapat 28 orang dari berbagai daerah di Indonesia,” tukasnya.Selain uang, mantan aktivis ICW ini mengatakan KPK juta menyita tanah dan rumah senilai Rp 3 miliar di Sentul dari salah satu Kasatker yang masih berstatus sebagai saksi. Tak hanya itu, ada juga emas batangan seberat 500 gram dari salah satu pejabat Kementerian PUPR yang disita KPK.Dalam kasus yang berawal dari operasi tangkap tangan (OTT), ada delapan orang yang telah menjadi tersangka. Mereka berasal dari pihak swasta dan pejabat Kementerian PUPR.Para tersangka yang diduga sebagai penerima ialah Anggiat selaku Kepala Satker SPAM Strategis/PPK SPAM Lampung. Dia diduga menerima Rp 350 juta dan USD 5.000 untuk pembangunan SPAM Lampung dan Rp 500 juta untuk pembangunan SPAM Umbulan 3 Jawa Timur, Meina Woro Kustinah selaku PPK SPAM Katulampa.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono


Comment

Loading...