Komitmen One Health Membuka Peluang Ekspor Produk Peternakan ke Jepang

Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Fadjar Sumping Tjatur Rasa menghadiri Tokyo AMR One Health Conference, Jumat (8/3). Acara ini juga turut dihadiri para delegasi dari 17 negara Asia Pasifik.

Dalam pertemuan tersebut, Fadjar menjelaskan bahwa saat ini Indonesia terus menyiapkan diri menuju pertanian modern.

"Kami siapkan secara terpadu dari hulu sampai ke hilir, kemudian menyiapkan sistem pengawasan obat-obatan hewan, prasarana dan sarana kesehatan serta pengkajian efek samping," kata Fadjar, Jumat.

Selain itu, persiapan lain yang juga terus digencarkan adalah pengaturan penggunaan antibiotik serta populasi dan distribusi ternak. Disisi lain, ada juga pematangan legislasi dan pengawasan pakan ternak maupun kompetensi sumberdaya manusia medik dan paramedik veteriner.

"Langkah ini sudah kami rintis sejak tahun 2015 yang bekerja sama dengan Pemerintah Belanda dan FAO dalam mengembangkan peta jalan dan pengembangan pengendalian AMR di Kementerian Pertanian," katanya.

Menurut Fadjar, semua upaya itu sudah membuahkan hasil yang cukup bagus, juga sangat strategis. Diantaranya telah menghasilkan produk olahan hasil peternak yang didukung dengan ijin ekspor ke Jepang

"Indonesia akan menjadi satu-satunya eksportir SFM untuk bahan baku pupuk dan pakan ternak pertama untuk Jepang. Karena itu, kami kawal dengan baik rencana dan prosedur ekspor ini," katanya.

Fadjar mengatakan, permintaan impor juga terjadi pada tepung bulu, bahkan sudah memperoleh permintaan impor sosis daging sapi bersetifikat halal dari Sugitomo Co Ltd Jepang. Selanjutnya ada juga produk lain yang akan menyusul memperoleh permintaan impor dari Jepang.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi Fajar


Comment

Loading...