Pokemon Go Tak Lagi Populer, Pundi-Pundi Penghasilan Tetap Mengalir

Sabtu, 9 Maret 2019 - 09:23 WIB

FAJAR.CO.ID – Kegembiraan yang dihasilkan game mobile Pokemon Go saat pertama kali diluncurkan pada 2016 lalu memang telah menurun tajam. Pada 2016, kamu mungkin melihat sejumlah besar remaja berseliweran di berbagai area dengan kepala tertunduk menatap layar smartphone. Namun hal tersebut agaknya tak lagi tampak saat ini.

Sebagaimana dikutip dari laman PhoneArena, Jumat (8/3), kendati game Pokemon Go tak lagi populer, namun pundi-pundi uang yang tak sedikit dari game tersebut terus mengalir deras ke pengembang. Pokemon Go membantu pengembang Niantic mengumpulkan barang-barangnya dengan uang tunai yang banyak.

Data baru dari firma analisis Sensor Tower mengungkapkan bahwa Pokemon Go telah menghasilkan USD 2,45 miliar pendapatan sejak diluncurkan. Sebagian besar pendapatan yang dihasilkan oleh judul Pokemon seluler yang ditawarkan kepada pengguna iOS dan Android.

Alasan di balik judul game Pokemon yang masih membawa aliran uang ternyata ada pada judul game lainnya. Dia adalah Pokemon Shuffle Mobile berikutnya yang menjadi game terlaris dengan penghasilan USD 25 juta. Judul Pokemon lain yang tersedia termasuk Pokémon Duel, Pokémon Quest, Pokémon: Magikarp Jump, dan Pokémon TCG Online.

Sejak 2014, sebanyak 640 juta pengguna telah memasang game Pokemon di perangkat mobile mereka. Pokemon Go menyumbang 550 juta unduhan ini. Pokemon Duel berikutnya dengan 39 juta instalasi.

Amerika Serikat (AS) penuh dengan penggemar Pokemon dengan total nilai USD 875 juta, atau 35 persen dari uang yang dihabiskan untuk Pokemon Go secara global. Negara lainnya menyumbang sebesar USD 725 juta atau 29 persen dari Pokemon Go di seluruh dunia berasal dari Jepang tempat monster saku itu dilahirkan.

Jika kamu belum pernah mencoba Pokemon Go, game ini dapat diunduh dari App Store atau Google Play Store. Fitur baru termasuk pertempuran pemain vs pemain. Pengguna sekarang juga dapat mengambil foto AR dengan Pokemon yang mereka tangkap.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.