Tinjau RPC di Maniangpajo, Wakil Bupati Wajo Bawa Teknisi dari Korea

Minggu, 10 Maret 2019 - 09:17 WIB

FAJAR.CO.ID, WAJO — Wakil Bupati Wajo H Amran SE, meninjau langsung ke lokasi Rice Procecing Center (RPC) di Kecamatan Maniangpajo. Sabtu (09/03/19).

Dalam kunjungan tersebut pasangan Amran Mahmud ini didampingi Sekda Wajo, H Amiruddin, Kadis Perindustrian H Syarifuddin, Camat Maniangpajo Drs Sumsul Bahri, Kabag Humas, Yudi Rafial Hadi serta tehnisi dari Korea, Mr. Chang.

Bersama Mr Chang, Wakil Bupati Wajo pun melihat langsung keadaan di dalam RPC, menyempatkan melihat situasi setiap ruangan yang ada termasuk kondisi kantor. Diapun membandingkan RPC Wajo dengan pabrik penggilingan di Korea ketika beliau berkunjung kesana.

“Dengan model yang berbeda tapi peruntukannya sama dalam penggilingan beras. Cuma tehnologinya disana canggih,” ujar Amran SE.

Sementara Mr Chang, mengatakan RPC nantinya bisa disetting sehingga mampu memproses berton-ton gabah lebih banyak dari sebelumnya.

“Ini adalah otak dari mesin yang ada di sini. Disini banyak panel panel control, satu dinamo satu tombol dan kita bisa membuatkan nantinya tombol otomatis, Mudah-mudahan rangkaian-rangkain kabelnya tidak ada yang putus digigit tikus,” ungkap Mr Chang usai memeriksa langsung tombol mesin yang merupakan tenaga penggerak dari RPC serta panel panel yang ada pada produk dari Hansung tersebut.

Kepada Wakil Bupati Mr Chang juga menyampaikan apa yang menjadi kendala terkait alat yang sudah rusak. “Ada yang harus diganti karena rusak berat,” sebutnya.

Kepala Dinas Perindustrian H Syarifuddin, menjelaskan, pada awal pengoperasian, RPC hanya bisa memproduksi 3 ton gabah dalam satu jamnya.

Ketika akan berproduksi kembali setelah dimaintenance oleh tekhnisi dari korea, nantinya bisa menghasilkan 8 ton dalam satu jam.

“Sebenarnya kami sudah pernah mengajak bebarapa investor untuk berkunjung ke sini untuk menawarkan kerjasama tapi rata rata mereka tidak ada lagi kembali,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Haji Amran panggilan akrab Wabup Wajo, berharap ketika RPC kembali beroperasi maka gabah petani yang ada di kabupaten Wajo akan ditutup untuk dibawa ke luar daerah.

“Semuanya akan diproses disini dalam satu pintu. Dan tentunya kita akan punya branding beras sendiri nantinya,” terangnya.

Senada, Camat Maniangpajo, Drs Syamsul Bakhri pun berharap, agar RPC benar-benar dapat difungsikan kembali dan dikelola oleh tenaga profesional karena didukung oleh area pertanian yang cukup luas.

“Apalagi sistem pertanian disini sudah didukung irigasi sehingga masyarakat bisa panen 2 kali dalam setahun,” ujarnya.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *