Agum Gumelar Akui Tau Tempat Pembuangan Korban HAM 1998

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Simpang siur terkait keterlibatan Prabowo Subianto dalam kasus penculikan aktivis pada tahun 1998 belum juga terbukti. Pasalnya, tuduhan kepada Prabowo sebagai dalang dibalik aksi penculikan dan pembunuhan itu belum juga disidangkan.

Namun, keputusan pemecatan terhadap mantan Danjen Kopasus itu menguatkan public, jika Prabowo adalah pelaku atau dalang dibalik aksi penculikan dan pembunuhan.

Menanggapi polemic kasus tersebut, mantan Danjen Kopasus Letjen (purn) Agum Gumelar mengaku Prabowo adalah dalang dibalik aksi penculikan terhadap aktivis. Bahkan, Agum Gumelar mengaku tau tempat pembuangan para korban penculikan yang dilakukan oleh tim mawar di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.

‘Selain saya di DKP, saya juga mantan Danjen Kopasus, dan Tim Mawar yang melakukan penculikan itu bekas prajurit saya semua itu. Saya juga melakukan pendekatan hati ke hati dengan mereka di luar tugas, karena mereka anak buah saya. Ketika pendekatan hati ke hati dengan mereka, disinilah saya tau matilah orang-orang itu, dan dimana di buang orang itu,” kata Agum Gumelar dalam satu forum diskusi.

Atas penemuan itu, Dewan Kehormatan Perwira (DKP) merekomendasikan kepada Panglima TNI Jenderal (purn) Wiranto untuk memberhentikan Prabowo Subianto dari militer. “DKP dengan hasil temuan itu merekomendasikan ke Panglima TNI. Rekomendasinya apa, dengan kesalahan terbukti agar bersangkutan diberhentikan dari militer,” ucap Agum Gumelar.

Dalam penyelidikan kasus pelanggaran itu, kata Agum Gumelar, DKP melibatkan tujuh perwira TNI yang berpangkat letnan Jenderal (Letjen), karena saat itu Prabowo sendiri berpangkat Letjen. Dijelaskannya, dari keutujuh perwira TNI itu adalah, Letjen Subagio SH, Letjen Yusuf Karta, Letjen Fauzi Rozy, Letjen Jamhari Chaniago, Letjen Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Letjen Agum Gumelar.

“Subagio HS wakil Kasad, anggota ada 7 orang yang Letjen (bintang tiga-red), karena yang diperiksa bintang tiga. Termasuk di dalamnya Letjen Yusuf Karta, Letjen Fauzi Rozy, Letjen Jamhari Chaniago, Letjen SBY, Letjen Agum Gumelar, itulah anggota DKP,” ucapnya.

“Tugasnya adalah memeriksa, penyeledikan kasus pelanggaran HAM. Berjalannya memeriksa yang namanya Prabowo Subianto, dari hasil pemeriksaa ternyata didapat fakta, bukti yang nyata bahwa dia telah melakukan pelanggaran HAM berat,” jelas Agum Gumelar.

Agum Gumelar juga menegaskan, jika rekomendasi yang diberikan ke Panglima TNI terkait pemecatan Prabowo Subianto itu ditanda-tangani oleh tujuh anggota DKP yang berpangkat Letjen. “Semua tanda tangan, termasuk SBY juga tanda-tangan,” tegasnya. (RBA/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar