Kemenpar Bahas Percepatan Pembangunan Destinasi Wisata Sumut dalam Bimtek di Langkat

0 Komentar

JAKARTA – Pengembangan destinasi wisata di Sumatera Utara (Sumut), akan dibahas Kementerian Pariwisata dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Destinasi Pariwisata Regional I Area I Sumut. Bimtek akan di gelar di Aula Pusat Budidaya Pesisir HKM Lestari Mangrove Desa Lubuk Kertang, Langkat, Rabu (13/3).

Menurut Asdep Pengembangan Destinasi Regional I, Lokot Ahmad Enda, Bimtek ini untuk mempercepat pembangunan destinasi yang ada di Desa Lubuk Kertang. Daerah ini memiliki keunggulan mangroves yang menarik untuk dikembangkan.

“Bimtek ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan destinasi pariwisata Kabupaten Langkat sebagai bagian dari KSPN Tangkahan. Selain itu Bimtek ini merupakan bagian pengembangan diversifikasi produk pariwisata wisata mangrove yang menambah atraksi wisata di Kabupaten Langkat,” ujar Lokot, Senin (11/3).

Untuk itu, Bimtek akan langsung menyasar akarnya. Seluruh stakeholder akan dirangkul untuk menyelaraskan pengembangan destinasi yang potensial.

Total ada 50 peserta yang akan mengikuti Bimtek. Ada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumut, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Langkat, hingga perangkat pemerintahan setempat. Selain itu juga akan diikuti oleh Pengurus dan Anggota Kelompok Lestari Mangrove Lubuk Kertang, Pelaku Usaha Homestay dan Rumah Makan di Desa Lubuk Kertang, serta Pengurus Karang Taruna Desa Lubuk Kertang.

“Dengan itu diharapkan semua dapat bersinergi membangun destinasi kawasan mangrove yang ada di Desa Lubuk Kertang ini,” imbuh Lokot.

Bimtek akan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya. Ada Ketua HPI DPD Provinsi Sumut Kus Hendro. Ia akan menyampaikan paparan mengenai Kepemanduan Wisata di Ekowisata Mangrove. Ada juga Pemerhati Ekowisata Sandrak Lugo Manurung yang akan menyampaikan paparan mengenai Pemahaman Ekowisata bagi Pengelola Ekowisata Mangrove.

Selain itu ada Praktisi Ekowisata Teguh Hartono. Ia akan menyampaikan Paparan mengenai Pengembangan Produk Ekowisata di Daerah Pesisir/ Mangrove.

Berbagai potensi dan juga hambatan yang dihadapi juga akan ikut disampaikan sehingga dapat ditemukan rumusan yang tepat dalam mengahadapinya. Hal ini akan disampaikan langsung oleh Ketua Kelompok/ Pengelola Ekowisata Mangrove Lubuk Kertang.

“Jadi semua akan terpetakan dengan baik. Baik itu potensi maupun hambatannya. Selain itu para peserta juga akan diupgrade pengetahuannya dalam mengembangkan destinasi wisata yang berkelanjutan. Sehingga destinasi yang ada menjadi destinasi bertaraf internasional,” timpal Kabid Pengembangan Destinasi Area I Widjanarko, di dampingi Kasubid Bidang Pengembangan Destinasi Area I B Andhy Marpaung.

Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya Bimtek ini sangat penting dalam pengembangan kepariwisataan. Apalagi Kawasan Mangrove Desa Lubuk Kertang memilki dampak penting dalam ekosistem. Dibutuhkan pengembangan yang terencana dan terukur sehingga pariwisata berkelanjutan dapat diterapkan di destinasi ini.

“Ini yang penting. pendekatan ekowisata adalah patokan yang paling bagus untuk Sustainable Tourism Development (STD). Sebab kawasan mangrove harus dilestarikan demi keberlanjutan. Ingat pariwisata itu semakin dilestarikan maka akan semakin mensejahterakan. Begitu juga terhadap ekowisata kita. Kawasan mangrove semakin lestari, maka masyarakat sudah dipastikan akan semakin sejahtera,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment