Soal Pemecatan Prabowo, Agum Gumelar Sebut SBY Tak Punya Prinsip

Senin, 11 Maret 2019 - 16:10 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kabar baru terkait pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dituduhkan kepada Prabowo Subianto dikelaim benar adanya. Hal itu disampaikan oleh mantan Ditjen Kopasus, Letjen (purn) Agum Gumelar dalam satu forum diskusi.

Agum Gumelar mengaku dirinya tau persis tempat pembuangan para korban penculikan dan pembunuhan yang dilakukan oleh tim mawar. Tim mawar sendiri saat itu dipimpin oleh Prabowo Subianto selaku Danjen Kopasus saat itu.

Dalam keterangannya, Agum Gumelar menuturkan, surat rekomendasi pemecatan Prabowo Subianto ke Panglima TNI saat itu Jenderal Wiranto ditanda-tangani oleh tujuh anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP), termasuk di dalamnya Letjen Susilo Bambang Yudhoyono dan dirinya sendiri.

“Semua tanda-tangan, Letjen Subagio SH tanda-tangan, Letjen Agung Gumelar tanda-tangan, Letjen Susilo Bambang Yudhoyono tanda-tangan,” kata Agum Gumelar dalam diskusi tersebut.

Dikatakan Agum Gumelar, dirinya heran sama sikap SBY yang tau betul soal pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Prabowo Subianto, tetapi dirinya memberikan dukungan politik kepada Prabowo pada Pilpres 2019.

“Nah sekarang jadi heran, orang yang dulunya tanda-tangan sekarang mendukung, ga punya prinsip tu orang,” jelasnya.

Ditegaskannya, bukti-bukti tersebut tak bisa dihapus. Dan hal itu berpengaruh hingga ke Amerika dan Australia. “Itu fakta yang tak bisa dihapus, siapa yang bisa hapus fakta ini. Sampai sekarang Amerika, Australia “No prabowo” tidak bisa masuk ke Amerika, Australia,” tegasnya. (RBA/Fajar)

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.