Aktivis 98 Minta Agum Gumelar Tak Cuci Tangan, DKP Salah Dikasus HAM Prabowo


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pengakuan mantan perwira TNI Letjen (purn) Agum Gumelar terkait kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dilakukan oleh mantan Danjen Kopasus, Letjen (purn) Prabowo Subianto makin memanas. Pasalnya, pengakuan itu berhasil menjadi bola lanas jelas Pilpres 2019.Dalam pengakuan Agum Gumelar, dirinya mengaku tau persis data penculikan terhadal para aktivis mahasiswa dan aktivis masyarakat 1998. Bahkan, Agum Gumelar mengakui tau persis tempat pembuangan korban pembunuhan para aktivis. Selain itu, dalam pengakuan itu, Agum Gumelar juga menyerang Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat itu menjadi anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP), serta ikut tanda-tangan rekomendasi pemecatan Prabowo Subianto ke Panglima TNI.Pentolan aktivis 1998, Irzal Yanuardi meminta agar Agum Gumelar tidak mencuci tangan di kasus pemecatan Prabowo Subianto dengan menyerang SBY yang saat ini pilihan politiknya mendukung Prabowo. Namun, dalam masalah ini semua anggota DKP salah dalam pemutusan hukum kepada Prabowo Subianto. “Menurut saya SBY tidak bersalah, tapi semua DKP itu salah,” kata Irzal kepada Fajar.co.id lewat panggilan telpon, Selasa (12/3).”Titik tolaknya itu, semua DKP salah bukan hanya SBY. Jangan semua cuci tangan hanya SBY, tapi semua bersalah, ketika mendowngrede hukuman bagi Prabowo pada saat itu hanya memecat gitu,” tambahnya.Dikatakan Irzal, dalam kasus pelanggaran HAM ini, DKP harus membawa masalah ini ke Mahkamah Militer (Mahmil) bukan merekomendasi pemecatan atas pelanggaran yang ada unsur pidananya. Parahnya, pelanggaran Prabowo dibela oleh orang-orang disampingnya dengan menuding, pengakuan Agum Gumelar diakibatkan karena tidak suka dengan Prabowo Subianto.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR