Dukung Pasien Kanker Kolorektal Suarakan Hak Pengobatan Terbaik

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Bulan kesadaran kanker kolorektal jatuh pada Maret 2019. Kanker kolorektal sebagai salah satu jenis kanker yang paling sering ditemui dan merupakan kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) atau rektum.

Menurut GLOBOCAN 2018, kasus kanker kolorektal di Indonesia saat ini menempati urutan keempat setelah kanker payudara, serviks dan paru. Dengan jumlah kasus baru mencapai 30.017.

"Sebagian besar masyarakat masih menganggap bahwa kanker kolorektal erat kaitannya dengan kanker keturunan atau kanker yang terjadi pada usia lanjut, padahal kanker yang tumbuh pada usus besar atau rektum ini juga sangat dipengaruhi oleh gaya hidup," kata dr. Fajar Firsyada, Sp.B-KBD dokter spesialis bedah & ahli kanker saluran cerna (Digestive) pada "sharing session" Cancer Information & Support Center (CISC) baru-baru ini.

Faktanya, 30% dari penderita kanker kolorektal adalah pasien di usia produktif, yaitu di usia 40 tahun atau bahkan lebih muda lagi. "Olehnya itu, dengan hidup sehat, skrining dan deteksi dini, penyakit ini dapat dicegah dan diobati tepat waktu," ujar dr. Fajar

Lebih lanjut, dr. Fajar menuturkan, seiring berkembangnya penemuan dalam penanganan kanker kolorektal seperti pemberian terapi target, dapat meningkatkan harapan hidup pasien kanker kolorektal menjadi lebih panjang.

Untuk kanker usus besar stadium 1, terapi bersifat kuratif atau sembuh. Sedangkan, untuk kanker usus besar stadium 2, 3, dan 4, memerlukan pengobatan adjuvant yaitu berupa kemoterapi, kemoterapi dan terapi target, atau kemoterapi dan radiasi pada kanker kolorektal.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi

Comment

Loading...