Keseruan Pelatihan SDM Pariwisata Berlanjut di Universitas Ganesha Bali

Selasa, 12 Maret 2019 - 08:39 WIB

BULELENG – Siapa sih yang tak ingin merangkul kalangan milenial? Thailand, Singapura, China, sudah sangat getol melakukan itu. Indonesia pun sama. Selasa (12/3), Kementerian Pariwisata kembali menyentuh kalangan milenial lewat Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan Goes to Campus.

Lantas mengapa harus menyentuh kalangan milenial? Apa urgensinya?

“Saya melihat dari perspektif konsumen yaitu kenyataan perilaku konsumen yang sudah sangat digital dan semakin dominannya millennial travellers dalam komposisi wisman kita. Sekitar 70% travellers itu search dan share-nya sudah melalui digital,” terang Menpar Arief Yahya Selasa (12/9).

Keinginan Menpar tadi langsung ditangkap Deputi Pengembangan Industri dan Kelembagaan, Ni Wayan Giri Adnyani. Bersama Asdep Pengembangan SDM dan Hubungan Antar Lembaga Wisnu Bawa Tarunajaya dan Kasubbid Pengembangan SDM Pariwisata Kementerian Pariwisata Alfin Merancia, Giri langsung membuat Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan Goes To Campus. Sasarannya, Universitas Ganesha di Buleleng, Bali. Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata I Gde Pitana ikut dilibatkan. Begitu juga dengan Ni Made Ari Widiastini, perwakilan Rektor Ganesha Bali.

“Yang harus diingat, 50% inbound pariwisata Indonesia berasal dari milenial. Dan pasarnya akan semakin berkembang. Kenapa milenial diperebutkan? Karena memang potensinya besar. Milenial itu Big and Loud. Besar dan nyaring. Itu disukai pelaku pariwisata. Untuk memenangi persaingan, kita harus menguasai pasar milenial,” tambah Menpar.

Action nyatanya ada. Selasa (12/3), 300 mahasiswa Ganesha Buleleng, Bali, dikumpulkan di Gedung Pasca Sarjana. Semua diajak bergerak mempromosikan pariwisata. “Pak Presiden (Joko Widodo, Red) sudah menyampaikan bahwa pertumbuhan pariwisata Indonesia salah satu yang tertinggi. Dan itu diperkuat dengan laporan WTTC (The World Travel and Tourism Council) mengenai negara dengan pertumbuhan pariwisata terbesar. Dan Indonesia ada di peringkat 9 dunia, nomor 3 Asia, dan nomor 1 di Asean. Atau di atas negara-negara di Asia Tenggara lainnya. Bila ditambah dengan pasar milenial, hasilnya pasti akan lebih wow lagi,” timpal Deputi Pengembangan Industri dan Kelembagaan, Ni Wayan Giri Adnyani.

Meski demikian, Giri menuturkan bahwa persaingan akan semakin berjalanan ketat. Untuk itu semua pihak harus meningkatkan kapasitasnya.

“Kita harus terus bergerak, terus melahirkan inovasi karena pada persaingan nanti yang muncul bukan yang besar mengalahkan yang kecil. Tetapi yang cepat akan mengalahkan yang lambat,” jelasnya.

Dalam industri, khususnya pariwisata, kecepatan itu ditunjukkan dengan pertumbuhan. Dan Kementerian Pariwisata sudah membuktikan itu. Kecepatan dalam melakukan inovasi berbuah pada pertumbuhan pariwisata terbesar di Asean, nomor 3 di Asia, dan peringkat 9 dunia.

Kinerja ini berbuah hasil yang sangat positif. Sebab Kementerian Pariwisata RI ditetapkan sebagai Kementerian Pariwisata terbaik di Asia Pasifik. “Di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, kota bisa menjadi tercepat, terbaik, dan terbesar. Ini harus dimanfaatkan,” paparnya di hadapan ratusan mahasiswa Ganesha Bali.

Hal yang paling penting, pariwisata ditetapkan sebagai sektor unggulan oleh Presiden Joko Widodo. “Dan di dalam pariwisata, ada ekonomi kreatif. Makanya ekonomi kreatif juga termasuk dalam sektor unggulan. Dan baru pertama kalinya, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi unggulan. Inilah kabar baiknya bagi kalian semua,” katanya.

Ada tone optimisme. Ada gairah baru. Apalagi, mahasiswa yang dikumpulkan merupakan generasi milenial yang mempunyai kemampuan lebih dalam dunia internet. Mereka adalah generasi milenial berbasis komunitas yang memililiki aktivitas rutin dan aktif dalam dunia maya. Sangat pas bila aktivitasnya disandingkan dengan promosi pariwisata Indonesia baik melalui blog atau medsos kepada masyarakat luas.

“Kita punya ’10 Bali Baru.’ Ada Danau Toba (Sumut), Belitung (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jateng), Gunung Bromo (Jatim), Mandalika Lombok (NTB), Pulau Komodo (NTT), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara). Silakan dipromosikan beserta destinasi keren di Bali,” tambah Giri yang ikut diamini Asdep Pengembangan SDM dan Hubungan Antar Lembaga Wisnu Bawa Tarunajaya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *