Kabur, Ditresnarkoba Polda Jatim Tembak Mati Kurir SS, Begini Kronologisnya

FAJAR.CO.ID, SURABAYA - Indonesia masih menjadi pasar yang mengiurkan bagi bandar narkoba internasional. Fakta itu terungkap, setelah Ditresnarkoba Polda Jatim berhasil menangkap pria berinisial YP di dalam bis yang berhenti di SPBU Kebomas Gresik, Minggu (10/3) sekitar pukul 08.00.

YP merupakan warga Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo. Pria berusia 35 tahun itu tewas setelah ditembak polisi di Jalan Raya Desa Sendang Laok, Kecamatan Labang, Bangkalan. Sebab saat dikeler ke suatu tempat di Desa Sendang Laok, YP berusaha kabur.

Sebelum didor, YP mengaku dirinya kurir. Jika sukses mengantar Sabu Sabu (SS) seberat lima kilogram ke pemesan berinisial EVO, diupah Rp 150 juta. Sebab, per kilogramnya dihargai Rp 30 juta. Sesuai rencana, SS asal Malaysia itu akan diambil EVO di kawasan Gubeng, Surabaya. Ditunggu hingga pukul 19.00, EVO tidak datang.

YP lalu menghubungi EVO. Dalam obrolan itu, YP menyatakan menunggu EVO di Gubeng. Jika EVO tidak datang, SS akan dikirim langsung ke Desa Sendang Laok. SS pun diantar ke Sendang Laok. Anehnya, hingga pukul 22.30, EVO tidak kunjung datang ke lokasi yang telah disepakati di Sendang Laok.

Saat menunggu kedatangan EVO, YP berulah. Dia berusaha lari saat polisi lengah. Tak ingin buruannya kabur, polisi pun mengeluarkan tembakan peringatan sampai tiga kali. Karena YP tidak menggubris, polisi mengambil tindakan tegas dan terukur. Dor, YP pun terkapar. Setelah dinyatakan tewas, jasad YP dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono


Comment

Loading...