Kabur, Ditresnarkoba Polda Jatim Tembak Mati Kurir SS, Begini Kronologisnya

Rabu, 13 Maret 2019 - 09:07 WIB
KONPERS: Kabidhumas Kombes Frans Barung Mangera saat menjelaskan pengungkapan kasus SS jaringan internasional ke jurnalis. (RadarMadura.id)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Indonesia masih menjadi pasar yang mengiurkan bagi bandar narkoba internasional. Fakta itu terungkap, setelah Ditresnarkoba Polda Jatim berhasil menangkap pria berinisial YP di dalam bis yang berhenti di SPBU Kebomas Gresik, Minggu (10/3) sekitar pukul 08.00.

YP merupakan warga Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo. Pria berusia 35 tahun itu tewas setelah ditembak polisi di Jalan Raya Desa Sendang Laok, Kecamatan Labang, Bangkalan. Sebab saat dikeler ke suatu tempat di Desa Sendang Laok, YP berusaha kabur.

Sebelum didor, YP mengaku dirinya kurir. Jika sukses mengantar Sabu Sabu (SS) seberat lima kilogram ke pemesan berinisial EVO, diupah Rp 150 juta. Sebab, per kilogramnya dihargai Rp 30 juta. Sesuai rencana, SS asal Malaysia itu akan diambil EVO di kawasan Gubeng, Surabaya. Ditunggu hingga pukul 19.00, EVO tidak datang.

YP lalu menghubungi EVO. Dalam obrolan itu, YP menyatakan menunggu EVO di Gubeng. Jika EVO tidak datang, SS akan dikirim langsung ke Desa Sendang Laok. SS pun diantar ke Sendang Laok. Anehnya, hingga pukul 22.30, EVO tidak kunjung datang ke lokasi yang telah disepakati di Sendang Laok.

Saat menunggu kedatangan EVO, YP berulah. Dia berusaha lari saat polisi lengah. Tak ingin buruannya kabur, polisi pun mengeluarkan tembakan peringatan sampai tiga kali. Karena YP tidak menggubris, polisi mengambil tindakan tegas dan terukur. Dor, YP pun terkapar. Setelah dinyatakan tewas, jasad YP dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim.

Kabidhumas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, ada beberapa barang bukti (BB) yang disita polisi. Rinciannya koper berisi lima plastik putih berisi SS seberat lima kilogram, HP merk Samsung, HP merk Docomo, tiket pesawat dan bus. Termasuk bil hotel, e-KTP dan uang tunai Rp 2.350.000.

“SS tersebut dikirim melalui kurir kepercayaan bandar narkoba asal Malaysia berinisial Mr. Kim. SS tersebut¬† senilai Rp 5 miliar dan rencananya akan disebarkan ke seluruh wilayah di Jawa Timur. Adapun tersangka yang ditembak mati yaitu YP, merupakan orang kepercayaan Mr. Kim,” terang mantan Kabidhumas Polda Sulsel itu. (bam)

Menurut Frans Barung Mangera, kasus ini terungkap setelah Ditresnarkoba Polda Jatim menindaklanjuti informasi pengiriman SS oleh bandar Malaysia berinisial SH dari Jakarta ke Surabaya. Tim opsnal ditresnarkoba berangkat ke Jakarta mulai 6-9 Maret untuk mengikuti pergerakan barang. SS dikirim SH lewat jalur darat dan dikendalikan Mr Kim.

“YP sempat ditelepon EVO untuk menemui Mr Kim di Jakarta. EVO ini tinggal di Madura. Setelah komunikasi, YP dan Mr Kim lantas ketemuan di daerah Pasar Baru Jakarta. Saat itu, Mr Kim menyerahkan koper berisi SS seberat lima kilogram dan biaya transport Rp 2 juta,” katanya.

Setelah itu, YP pun berangkat ke Surabaya dari Terminal Lebak Bulus Jakarta, Sabtu (9/3) pukul 16.00. Tim opsnal Ditresnarkoba Polda Jatim mengendarai mobil membuntuti YP dari belakang. “Saat bis berhenti di SPBU Kebomas Gresik, polisi langsung menangkap YP,” jelas Frans Barung Mangera. (bam)

 

(mr/*/yan/JPR/JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *