Nasdem Sebut PSI Layaknya Pahlawan Kesiangan

Rabu, 13 Maret 2019 - 12:05 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pengklaiman Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkait kepedulian terhadap bangsa Indonesia mendapat sorotan tajam.

Meski begitu, Wakil Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Nasdem, Ivanhoe Semen mengapresiasi semangat kebangsaan yang disampaikan oleh Ketua Umum PSI, Grace Natalie, dalam acara Festival 11 di Medan, Senin (11/3) lalu.

Namun organisasi sayap kepemudaan Partai Nasdem ini menambahkan, sebagai sesama kaum muda yang peduli terhadap masa depan republik ini, PSI tidak seharusnya mengklaim layaknya pahlawan kesiangan yang telah melakukan semuanya itu.

“Banyak kader Nasdem yang juga melakukan kerja-kerja kemanusiaan seperti apa yang dilakukan oleh PSI, tetapi kami tidak secara sepihak melakukan klaim bahwa hanya kami yang berbuat. Karena mungkin banyak juga partai lain yang melakukannya tanpa melakukan publikasi dan sorotan media, tetapi hasilnya dirasakan langsung oleh yang bersangkutan,” kata Ivanhoe Semen di Jakarta.

Ivanhoe menyebutkan bahwa koleganya satu partai, Birgaldo Sinaga yang juga memberikan tanggapan terhadap pernyataan Grace Natalie, sempat membela tersangka kasus penistaan agama di Sumatera Utara, Meiliana.

Melalui tulisannya, Birgaldo juga menggalang dana untuk memastikan anak-anak Meiliana tetap melanjutkan pendidikan.

“Begitu juga perihal SKB 3 Menteri dan RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan. Sebagai kader Nasdem dan seorang Kristiani, saya tau persis apa yang diperjuangkan oleh Partai Nasdem terkait hal itu,” tambah Ivanhoe.

Terkait klaim yang disampaikan oleh PSI perihal caleg-calegnya yang bukan eks-koruptor, menurut Ivanhoe, Nasdem juga demikian. Bahkan, sambung Ivanhoe dalam proses penjaringan caleg calon kepala daerah dan calon anggota legislatif, Nasdem adalah pelopor partai anti-mahar.

Ivanhoe pun mempersilakan PSI untuk bertanya kepada kepala daerah dan caleg-caleg yang diusung oleh Nasdem terkait hal ini.

“Boleh melakukan gerakan untuk menarik simpati masyarakat, tetapi jangan merasa paling hebat sendiri dan tidak mau jujur mengakui prestasi yang telah dilakukan oleh partai yang lain,” tutup Ivanhoe. (Fajar/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *