Simpanan Emas, Persiapan Dana Darurat untuk Masa Depan

Rabu, 13 Maret 2019 - 20:33 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Rendahnya literasi dan kesadaran akan manfaat menabung pada generasi milenial berdampak pada rendahnya aktualisasi mereka untuk memiliki simpanan. Hal ini dapat membawa dampak negatif pada kondisi finansial mereka di kemudian hari.

Melihat kondisi ini, Treasury berinisiatif mengkampanyekan Gerakan #PunyaSimpenan Emas untuk Masa Depan dengan menggandeng perusahaan perencana keuangan swasta, Finansialku.

Narantara Sitepu selaku Head of Brand Development Treasury, menjelaskan gerakan ini memiliki dua tujuan sekaligus, pertama untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya memiliki simpanan emas dan kedua untuk mengajak masyarakat merencanakan berbagai tujuan finansial di masa mendatang.

“Gerakan ini akan kami sosialisasikan lewat berbagai kegiatan, baik secara online maupun offline,” ujar Narantara pada temu media di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (12/3).

Melvin Mumpuni, Founder and CEO Finansialku mengungkapkan bahwa ampanye ini sejalan dengan nilai yang selalu ia sampaikan, bahwa simpanan adalah satu bagian terpenting dari perencanaan keuangan.

“Saya sangat optimis kampanye #PunyaSimpenan Emas untuk Masa Depan bisa menambah literasi, mendorong minat dan menyadarkan generasi millennials untuk merencanakan masa depan yang Iebih baik,” ujar Melvin.

Melvin menyampaikan bahwa instrumen investasi yang harus dipersiapkan paling awal adalah dana darurat, karena dana darurat merupakan dana utama yang digunakan untuk mencukupi berbagai kebutuhan dasar atau pengeluaran rutin bulanan, khususnya dalam keadaan mendesak atau genting.

“Dana darurat harus dimiliki oleh setiap orang, baik bagi individu ataupun keluarga. Dana darurat sebaiknya disimpan dalam empat instrumen yakni simpanan di rekening bank, reksa dana pasar uang, emas dan deposito,” ujarnya.

Salah satu instrumen yang bisa dipilih untuk menyimpan dana darurat adalah emas atau logam mulia. Emas menjadi pilihan yang tepat, mengingat nilai emas yang terus meningkat dan mudah diperjualbelikan. Saat ini kaum milenial bisa menyimpan dana darurat berupa emas digital dengan banyak keuntungan.

“Berkat kemajuan teknologi dan sistem informasi yang semakin modern punya simpanan emas tidak pernah semudah seperti sekarang ini. Menurut saya, tidak ada Iagi alasan untuk menunda pengumpulan dana darurat,” kata Melvin.

Masyarakat dapat #PunyaSimpenan Emas di Treasury mulai dari Rp20.000,- dengan cara yang aman dengan harga yang sangat kompetitif. Pelanggan bisa membeli emas dengan harga terbaik, karena Treasury memberikan transparansi kepada pelanggan dengan memperbaharui harga emas setiap menitnya.

“Kami berharap gerakan ini bisa menyadarkan masyarakat untuk mulai mengalokasikan sebagian dari pendapatan mereka untuk dana darurat. Treasury siap menjadi platform untuk menyimpan Emas pelanggan dan mencairkannya dalam waktu 2×24 jam saat dibutuhkan,” kata Narantara.

Untuk menstimulasi masyarakat agar punya simpanan emas, Treasury juga akan mengadakan promo “tanggal tua”. Promo ini akan dimulai pada 20 – 31 Maret 2019, pada pukul 20.00 WIB selama 20 menit, untuk 20 pelanggan baru. Setiap hari, selama promo tanggal tua berlangsung, pelanggan baru akan mendapatkan voucher sebesar Rp100.000,-.

Dalam waktu dekat Treasury dan Finansialku juga akan melakukan roadshow ke beberapa kota di Indonesia. Kedepannya, pelanggan Treasury juga bisa membeli emas di aplikasi perencana keuangan Finansialku, setelah merencakan tujuan keuangan. (RBA/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *