Teror Bom Sibolga, Densus Amankan Bahan Peledak, Ini Penjelasan Polisi

Rabu, 13 Maret 2019 - 12:05 WIB

FAJAR.CO.ID, SIBOLGA – Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam pasca ledakan kedua di Jalan Cendrawasih, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Rabu dini hari (13/3). Istri terduga pelaku peledakan nekat meledakkan diri bersama anaknya setelah upaya negosiasi semalam suntuk gagal.

Sebelumnya Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap AH di kawasan itu. Densus juga menggeledah satu unit rumah di Jalan Kutilang, Kelurahan Habil, Kota Sibolga, Selasa (12/3). Rumah tersebut diketahui milik seorang warga. Warga menyebut, jika orang itu adalah mertua dari AH.

Dari dalam rumah, tim dikabarkan mengamankan bahan peledak. Warga yang melihat juga tak menyangka. Mereka kaget karena rumah itu tiba-tiba digerebek.

“Tiba-tiba banyak polisi. Kami pun bingung,” ujar warga yang tak ingin disebutkan namanya.

Saat ditanya warga, bahan peledak yang diamankan beratnya 30 kg. Pemilik rumah juga tidak mengetahui kenapa ada bahan peledak di dalam rumahnya.

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo juga membenarkan soal bahan peledak yang diamankan. Bahan peledak yang didapat itu sama dengan yang disita di Lampung, milik tersangka Rin. Jumlahnya juga lebih banyak.

“Di Sibolga ada yang sudah terakit atau pun belum terakit,” ujar Dedi di Kota Medan, Rabu (13/3).

Bom itu dirakit dari potasium, pipa paralon, paku, mur dan baut. Biasa disebut dengan bom lontong. Daya ledaknya juga tergolong besar.

“Sasarannya aparat keamanan. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan pemilu,” ujarnya.

Dari tiga orang yang sudah diamankan masih terkait dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Polisi sudah menjejaki jaringan ini sejak 20 tahun silam.

“Masyarakat kita harus tetap tenang. Percayakan pada aparat keamanan,” pungkasnya.

Tim di lapangan masih menunggu hasil penyelidikan dari tim Laboratorium Forensik dan Inafis untuk mengetahui identitas korban yang meledakkan diri. Namun tim belum bisa masuk ke lokasi. Sebab mereka menduga masih ada bom aktif yang tersisa.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.