Andi Arief: Jokowi Tidak Takut Teroris, Tapi Takut Cuti

Kamis, 14 Maret 2019 - 13:18 WIB
Andi Arief

FAJAR.CO.ID, Jakarta- Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan Capres 01 Joko Widodo tidak harus cuti selama masa kampanye. Hal ini disampaikan MK dalam putusan yang dibacakan pada Rabu (13/3) kemarin.

Menurut ketentuan Undang-undang Pemilu, dalam pasal 299 ayat 1, Presiden dan wakil presiden memiliki hak untuk melakukan kampanye. Meski demikian, Wasekjen Partai Demokrat (PD), Andi Arief tetap mendesak Jokowi agar tetap cuti, hal ini menurutnya agar Pemilu berjalan adil.

“Betul bahwa Pak Jokowi tidak harus cuti selama Pilpres, Namun Ia tetap punya hak untuk gunakan hak cutinya selama kampanye jika Ia seorang demokrat tulen agar Pemilu fair,” Kata Andi Arief melalui akun twitternya, Kamis (14/3).

Dilanjutkan, pada masa Presiden Susilo Bambang Yodhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla (JK), keduanya tidak mengambil cuti jelang pertarungan Pilpres. Hal itu karena adanya vacuum of power atau kekosongan kekuasaan. Namun pada Pilpres 2019, masih ada Wakil Presiden. Dan hal itu tidak akan terjadinya  vacuum of power.

“Tidak akan vacuum of power, ada wapres. Thn 2009, SBY dan JK tidak cuti karena ada potensi vacuum of power.” Sambung Andi Arief.

Andi Arief pun menyentil Jokowi yang terkesan taku cuti. Dirinya mengatakan, Jokowi tidak takut teroris namun lebih takut terhadap cuti.

“Pak Jokowi bilang dia tidak takut teroris. Ya, memang jangan takut teroris. Tapi bapak takut cuti,” katanya. (fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.