AS Akhirnya Tangguhkan Penerbangan Boeing 737 Max Usai Kantongi Bukti Baru

0 Komentar

Amerika Serikat (AS) bergabung dengan Eropa, Tiongkok dan negara lain untuk menangguhkan penerbangan pesawat Boeing 737 Max. AS mengikuti jejak negara lain (Bloomberg)

FAJAR.CO.ID – Amerika Serikat (AS) bergabung dengan Eropa, Tiongkok dan negara lain untuk menangguhkan penerbangan pesawat Boeing 737 Max. AS mengikuti jejak negara lainnya karena masalah keamanan setelah kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines yang menewaskan 157 orang.

Boeing sedang menghadapi krisis yang paling serius dalam beberapa tahun ini, ketika program 737 yang telah berusia puluhan tahun, menghadapi masalah krusial.

U.S. Federal Aviation Administration (FAA) atau Otoritas Penerbangan AS mengutip data baru satelit dan bukti dari lokasi kecelakaan hari Minggu (10/3) di dekat Addis Ababa, lalu yakin dengan keputusannya untuk menangguhkan penerbangan pesawat itu.

Ini adalah kedua kalinya FAA menghentikan penerbangan pesawat Boeing dalam enam tahun. Boeing pernah mendaratkan 787 Dreamliner pada tahun 2013 karena suatu masalah.

“Kami membuat keputusan ini sebagai hasil dari proses pengumpulan data dan bukti baru yang dikumpulkan di situs dan dianalisis hari ini,” kata FAA dalam sebuah pernyataan pada Rabu (13/3) dilansir dari Reuters.

Boeing yang menyatakan bahwa pesawat-pesawatnya aman untuk terbang mengatakan, mereka mendukung gerakan sementara menangguhkan penerbangan Boeing 737 MAX.

Kecelakaan yang masih belum bisa dijelaskan itu menyusul kecelakaan lain yang melibatkan Boeing 737 MAX di Indonesia lima bulan lalu yang menewaskan 189 orang. Meskipun tidak ada bukti adanya kaitan, bencana kedua kalinya ini telah membuat para penumpang merasa takut naik Boeing 737 Max.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...