Belum Diresmikan, Pelabuhan Kuala Tanjung Dilengkapi Fasilitas Mutakhir

Kamis, 14 Maret 2019 - 21:10 WIB

Tiga buah crane asal Finlandia yang baru terpasang menandai kesiapan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) yang dikelola PT Pelindo 1 (Persero)

FAJAR.CO.ID – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan berkunjung ke Sumatera Utara (Sumut) pada 14 sampai 17 Maret 2019. Dari jadwal yang beredar, salah satu agendanya adalah meresmikan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT).

Namun, jadwal itu ternyata masih tentatif. Pihak PT Pelindo 1 (Persero) sudah memastikan, Jokowi batal hadir. Acara peresmian pun batal dilaksanakan.

“Kita menunggu jadwal Bapak Presiden. Semoga segera,” ujar VP Public Relations Pelindo I Fiona Sari Utami, Kamis (14/3).

Belum diketahui kapan pelabuhan itu akan diresmikan. Namun, saat ini operasionalnya sudah berjalan karena pembangunan tahap I sudah rampung.

Beberapa waktu yang lalu, sempat tersiar kabar, KTMT akan diresmikan Jokowi sebelum debat kedua capres. Namun, peresmian itu batal dan tertunda hingga sekarang.

KTMT adalah salah satu pelabuhan di Indonesia yang dilengkapi fasilitas yang cukup mutakhir. Kedalaman dermaga terukur 17 sampai 21 meter. Ukuran yang cukup ideal disandari kapal berukuran raksasa sekalipun.

Kuala Tanjung nantinya akan mengurangi kepadatan arus kapal kargo di pelabuhan Belawan, Kota Medan. Ditambah, fasilitas terminal curah cair yang artinya pengiriman Crude Palm Oil (CPO) bisa melalui KTMT.

Pelayaran direct call atau langsung juga memangkas biaya ekspor sebesar 35 persen.

KTMT didukung sistem IT yang terintegrasi. KTMT dilengkapi Container Crane bertenaga listrik dengan kapasitas 45 ton dan mampu mengangkat kontainer berkapasitas 20 feet, 40 feet hingga 45 feet.

KTMT berkapasitas 600 ribu TEUs ini juga dilengkapi dengan dermaga seluas 500×60 m, trestle sepanjang 2,8 km untuk empat jalur truk selebar 18,5 m serta rak pipa 4 line x 8 inch.

Sejumlah peralatan canggih juga tersemat di KTMT. Diantaranya 3 unit Ship to Shore (STS) Crane, 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 21 unit truck terminal dan 2 unit MHC serta Terminal Operating System (TOS) peti kemas maupun curah cair.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.