Pemain Bayern Salahkan Taktik Pelatih setelah Tersingkir dari Liga Champions

Kamis, 14 Maret 2019 - 17:01 WIB
Bayern Munchen tidak bisa meredam Mohamed Salah dan kawan-kawan/Reuters

FAJAR.CO.ID, MUNICH—Untuk pertama kalinya dalam sebelas tahun Bundesliga tanpa wakil di babak delapan besar Liga Champions. Harapan terakhir mereka, Bayern Munchen, Kamis kemarin kandas di kandangnya.

Memainkan leg kedua babak 16 besar di Allianz Arena, Munich secara mengejutkan dibuat tak berkutik oleh Liverpool. Di depan puluhan ribu suporternya, penguasa Jerman itu takluk 1-3 dan akhirnya tersingkir dengan agregat sama setelah hanya mampu bermain imbang 0-0 di Anfield.

Sadio Mane menjadi mimpi buruk FC Holywood di pertandingan ini. Winger internasional Senegal itu mencetak dua gol bagi The Reds. Satu gol lainnya dipersembahkan Virgil Van Dijk. Sedangkan gol hiburan tuan rumah lahir dari bunuh diri Joel Matip.

Seperti pada leg pertama, Bayern unggul penguasaan bola di partai penentuan ini. Akan tetapi, mereka lebih banyak terancam. Statistik UEFA menyebut Bayern yang melakukan 59 % penguasaan bola hanya melepaskan satu tembakan tepat sasaran berbanding enam milik Liverpool.

Bomber Bayern, Robert Lewandowski yang menghadapi media usai pertandingan mengakui taktik mereka menjadi biang kekalahan. Lewandowski menyebut Bayern terlalu negatif dalam pendekatan mereka dalam laga kandang dan tandang ini.

“Tentu saja, kami tahu itu akan menjadi pertandingan yang sulit. Tapi di kedua game saya pikir kami bermain terlalu defensif. Kami tidak mencoba mendorong ke depan untuk membuat situasi – di gim pertama dan hari ini.  Kami tidak banyak mengambil risiko. Itulah mengapa saya pikir Liverpool mengalahkan kami,” kata Lewandowski kepada Viasport.

Karena taktik mereka, kapten timnas Polandia itu jadi terisolasi di depan sendirian. “Kami bermain terlalu dalam, kami tidak mengambil risiko, saya tidak tahu mengapa. Kami mencoba menekan Liverpool tetapi kadang-kadang itu dua melawan empat pemain dan itulah mengapa kami tidak berbuat banyak. Saya punya banyak duel hari ini, sangat sulit karena saya sendirian. Jika Anda sendirian melawan dua atau tiga pemain bagus maka sangat sulit untuk bermain,” sesalnya.

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp sendiri puas berhasil membuat Bayern tak berkutik. “Babak kedua sangat matang. Pada saat kami bermain sepak bola, kami segera menghancurkan organisasi Bayern. Ini benar-benar layak,” ujar Klopp bangga. (Metro/UEFA/amr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.