Waspadai Faktor Penyebab Gagal Ginjal, Ini Saran Pakar

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Peringatan hari ginjal berlangsung pada Kamis, 14 Maret 2019, hari ini. Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) Sulsel, Sulteng, Sultra, Kaltim dan Papua Barat memperingatinya dengan melakukan berbagai penyuluhan serta simposium pentingnya mencegah gagal ginjal.

Penasihat Kepanitiaan, Dr dr Hasyim Kasim SpPD KGH, mengatakan, salah satu yang dibahas dalam simposium yaitu ada berbagai faktor risiko munculnya gagal ginjal. Salah satunya penyakit yang disebabkan oleh konsumsi obat-obatan anti sakit.

Belum lagi, bila terjadi gejala-gejala sakit tertentu namun tak diperiksakan dengan cepat ke dokter. Padahal, sudah seharusnya pemeriksaan kesehatan dilakukan setahun sekali. Beberapa gejala yang muncul ketika seseorang mengalami gagal ginjal yaitu sering muntah dan diare secara terus menerus, nafsu makan berkurang, bahkan demam pun bisa memunculkan penyakit gagal ginjal.

“Bagi penderita hipertensi, kencing manis, diabetes dan yang pernah mengalami stroke harus rutin melakukan pengecekan kesehatan karena penyakit-penyakit ini rentan terkena gagal ginjal,” ungkap Ketua Divisi Ginjal Hipertensi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK Unhas ini.

Sementara itu, Penasihat Kepanitian, Prof Dr dr Syakib Bakri SpPD KGH, menuturkan pentingnya deteksi dini gangguan ginjal. Mengingat, angka kejadian penyakit ginjal yang terus meningkat. Penyakit ginhal pun terjadi tanpa mengenal usia.

Peringatan kali ini bekerja sama dengan beberapa rumah sakit untuk turut mengambil bagian dalam memberikan penyuluhan kepada pasien dan masyarakat. Sebelumnya, juga telah dilakukan seminar ‘World Kidney Day’, Minggu, 10 Maret 2019, lalu di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo. Lalu RS Awal Bros, RS Unhas, dan RS Grestelina.

200 dokter umum dan spesialis se-Sulsel juga hadir dalam simposium dengan tema “Kidney Health for Everyone and Everywhere di Hotel Claro, 9 Maret lalu. (ind)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment