Ayah-Anak WNI Korban Teroris Selandia Baru Jalani Perawatan di Rumah Sakit

0 Komentar

FAJAR.CO.ID – Kementerian Luar Negeri RI mengatakan, ayah dan anak yang menjadi korban penembakan di masjid di Selandia Baru belum lama pindah ke Christchurch. Namun, Kemlu belum mengetahui secara detail mengenai identitas mereka.

“Ayahnya saat ini berada di ICU, anaknya dirawat di rumah sakit tapi di ruang biasa,” kata Juru Bicara Kemlu RI Arrmanatha Nasir pada Jumat (15/3).

KBRI Wellington telah mengirimkan tim dan masih berkoordinasi dengan petugas keamanan setempat dan mengecek Rumah Sakit.

“Kami mengharapkan tidak ada lagi (korban WNI), dan doa kita turut menyertai agar segera ayah dan anak ini segera pulih,” kata Arrmanatha.

Ketika ditanya bagaimana kondisi korban yang lainnya Arrmanatha menjawab bahwa informasi masih terus berkembang. “Jadi kami belum bisa mengonfirmasi berapa jumlah WNI saat terjadi peristiwa tersebut,” katanya.

Arrmanatha juga mengatakan, tim KBRI yang menuju ke tempat kejadian terhambat, tidak bisa karena penerbangan ke Christchurch dibatalkan.

“Tim KBRI yang mau jalan ke Christchurch dari Wellington tertahan tidak bisa terbang karena airport di Christchurch untuk sementara ditutup oleh pihak kepolisian. KBRI terus berkoordinasi dengan otoritas setempat,” ujar Arrmanatha.

“Informasi yang diterima KBRI didapatkan dari kelompok WNI yang ada di sana. Mereka mencari informasi di RS membantu KBRI,” lanjutnya.

Perlu diketahui, polisi sedang mengamankan Bandara Christchurch sehingga penerbangan tidak bisa menuju ke sana.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment