Detik-detik Pesawat Batik Air Diturunkan Paksa Sukhoi

Jumat, 15 Maret 2019 - 09:43 WIB

FAJAR.CO.ID, MAROS — Pesawat Batik Airbus A320 harus diturunkan paksa oleh dua pesawat tempur Sukhoi milik Lanud Sultan Hasanuddin. Sebab, radar mendeteksinya tak memiliki izin terbang di wilayah Indonesia.

Penerbangan Batik itu diketahui dari Bandar Udara Soekarno Hatta, namun ketika sudah terbang di langit Madura sekira 200 mil dari Makassar terdeteksi oleh radar Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Konsekhanudnas) yang terintegrasi dengan radar di Bandar Udara Sultan Hasanuddin.

Dua pesawat Sukhoi pun bergegas keluar dari avron Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin pada pukul 11.00 Wita. Masing-masing jenis SU27 dan SU30. Hanya berselang satu jam Batik Air didaratkan di runway Bandara Sultan Hasanuddin pada pukul 12.07 Wita. Dua Sukhoi itu terbang begitu rendah mengawalnya.

Pesawat yang mendarat dikawal oleh dua truk dari Denhanud 472 Paskhas yang bersenjata lengkap. Ternyata, pesawat itu membawa penumpang ratusan orang. Setelah penumpang dievakuasi penyergapan langsung dilakukan oleh anggota Paskhas dan POM AU yang mengelilingi pesawat, dua unit K9 POM AUstandby didekat tangga pesawat. Pemeriksaan dan penggeledahan dilakukan hingga akhirnya dua pilot diamankan dari pesawat.

Komandan Wing (Danwing) Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Kolonel Pnb Hermawan Widhianto mengatakan, radar Konsekhanudnas yang diintegrasikan dengan radar sipil mampu melihat mana pesawat yang tidak memiliki izin dengan cara scope number yang diberikan. “Itu wajib hukumnya untuk diturunkan paksa,” katanya saat ditemui di Galaktika, kemarin.

Kata dia, pesawat Batik terdeteksi berada disekitar Madura, lalu diketahui akan terbang melewati wilayah Makassar, sehingga sebelum mencapai Makassar sekitar 250 mil sudah dicegat duluan untuk dipaksa mendarat. “Pesawat itu masih di wilayah Jawa,” tambahnya.

Demikian gambaran skenario latihan satuan Lanud Sultan Hasanuddin Sriti Gesit 2019 di Bandara Sultan Hasanuddin yang melibatkan Skadron Udara 11, Skadron Udara 5, Wing II Paskhas, Batalyon Komando 466 Paskhas, Detasemen Hanud 472 Paskhas, Satpomau, Unsur Hanlan, Rumah Sakit serta Intelpam Lanud Sultan Hasanuddin maupun pihak Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Dalam latihan Sriti Gesit ini juga dilaksanakan Gladi Posko, pengintaian udara di daerah Alur laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan III oleh pesawat Boeing 737, pengeboman dan perlindungan udara oleh pesawat tempur Sukhoi, penanganan kondisi darurat penerbangan oleh Crash Team Lanud Sultan Hasanuddin dan Bandara Sultan Hasanuddin, simulasi pemadaman kebakaran pesawat, pertahanan pangkalan serta evakuasi medis yang melibatkan seluruh personel Lanud Sultan Hasanuddin, serta melaksanakan hijacking terhadap pesawat dan melatih kesiapan Hanud Titik yang dilaksanakan Denhanud 472 Paskhas.

“Latihan Sriti Gesit ini kerja sama dengan Batik Air. Ini adalah kegiatan latihan antara satuan di Lanud Sultan Hasanuddin yang diikuti oleh dua satuan operasional udara Skadron 5 dan Skadron 11 ditambah dengan beberapa latihan seperti crash time, kerusuhan massa, dan juga pelaksanaan latihan horisontal dan vertikal,” beber Hermawan.

Tujuan dari kegiatan ini sambung perwira tinggi (Pati) AU itu, untuk menguji protap maupun SOP yang dimiliki satuan, dan sejauh mana pelaksaaan kegiatan yang dilaksanakan satuan tersebut. Menurutnya, ada 650 personel yang dilibatkan baik pelaku, maupun pendukung.

“Alatnya semua yang kita miliki diturunkan seperti pesawat intai, dan peralatan penanggulangan kecelakaan, dan penanggulangan kerusuhan massa. Keberhasilan dilihat dari protap yang sesuai dan dapat diaplikasikan, apabila dinilai sudah cukup baik sudah berhasil,” jelasnya.

Pilot Pesawat Airbus 320 Batik Air, Capt James Yanes Singal menambahkan, latihan itu untuk menguji penerbangan yang tidak sesuai dengan aturan yang ada yang secara tiba-tiba didekati dua pesawat Sukhoi di atas laut antara Sulawesi dan Surabaya. “Kemudian mereka menanyakan maksud dan tujuan penerbangan dan dipaksa mendarat di lapangan yang terdekat,” sebutnya

James menuturkan, ada 119 penumpang yang berada di dalam pesawat tujuan Makassar, dan mereka sudah mengetahui latihan yang akan dilakukan ini. “Penumpang sudah diberitahukan dari awal akan ada latihan bersama,” tambahnya.

Sementara salah seorang penumpang Batik Air, Lirham Syamsuddin mengaku tidak kaget dengan adanya latihan ini. Sebab, setengah jam setelah landing dari Bandar Udara Soekarno Hatta sudah ada pemberitahuan dari kru pesawat. “Dari Jakarta sudah kami disampaikan, penyampaiannya ada pengawalan dan latihan,” terangnya.

Lelaki tinggi berkacamata itu mengaku merasa senang dengan adanya latihan seperti itu karena bisa melihat langsung pesawat tempur Sukhoi berada di samping pesawat yang ditumpanginya. Namun, dia menyesal karena lupa mengabadikan momen itu saat di udara. “Sayangnya, saya lupa foto tadi waktu di atas,” sesalnya. (gun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.