Dibantu Polisi, Ibu Ini Melahirkan di Bus Umum Jurusan Semarang-Surabaya

0 Komentar

PAHLAWAN: Anggota Polsek Kragan Aiptu Herman Widodo (tengah) usai menolong perempuan yang melahirkan di bus. (POLSEK KRAGAN)

FAJAR.CO.ID, REMBANG – Bus Wiji bernomor polisi (nopol) S 7587 UJ mendadak berhenti di Puskemas Kragan I sekitar pukul 09.30 (13/3) lalu. Bus jurusan Semarang-Surabaya tersebut, berhenti lantaran ada seorang penumpang yang melahirkan di bus.

Kondisi ini, membuat penumpang dalam bus panik. Ada yang spontan teriak. Tak ayal menjadi pusat perhatian seluruh penumpang dan sopir. Beruntung, di dalam bus itu ada Aiptu Herman Widodo, anggota Polsek Kragan. Dia pun berhasil menenangkan kepanikan penumpang dan menolong perempuan yang melahirkan itu. Perempuan itu, Kristina Ndero, 31, warga RT 1/RW 1, Dusun Nuaseko I, Desa Mautena, Kecamatan Wawaria, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

”Saat saya di dalam bus ada penumpang yang teriak. Bahwa di depannya ada ibu-ibu yang hendak melahirkan. Spontan semua orang menoleh,” kata Aiptu Herman Widodo, anggota Polsek Kragan kepada Jawa Pos Radar Kudus (Grup Fajar) kemarin, sambil menambahkan, dia naik bus dari rumahnya di Kecamatan Kota Rembang menuju tempat kerjanya (Mapolsek Kragan) sudah menjadi rutinitas kesehariannya.

Dia menjelaskan, saat mengetahui ada penumpang yang hendak melahirkan, sontak sopir gugup. Kebetulan bus sudah masuk Kecamatan Kragan. Aiptu Herman Widodo meminta sopir tetap tenang dan terus jalan. Kemudian diarahkan ke Puskesmas Kragan I. Lalu bus masuk ke halaman puskesmas.

”Memang di dalam bus semuanya panik. Apalagi saat kejadian kepala bayinya sudah keluar dari rahim ibunya. Hingga akhirnya melahirkan di dalam bus. Selama proses ibu bayi kondisinya sehat dan sadar,” jelasnya.

Sesampainya di Puskesmas Kragan I, dia langsung membopong ibu bayi. Sedangkan petugas puskesmas membawa bayi dari dalam bus ke ruang puskesmas. Keduanya kemudian dirawat di puskesmas itu.

Kepala Puskesmas Kragan I Tusnaedi membenarkan hal ini. Dia menuturkan, saat perempuan itu melahirkan di dalam bus, bus masih berada di Desa Balongmulyo, Kragan. Jarak dari Puskesmas Kragan I sekitar 5 kilometer.

”Bayi sudah keluar (saat di dalam bus, Red). Tetapi tali pusar masih menempel di bayi. Sesampainya di puskesmas, ibu bayi dirawat di ruang persalinan. Ibu dan bayi ditolong anggota polisi dan tiga bidan di puskemas,” terangnya.

”Bayi yang lahir itu berjenis kelamin laki-laki dengan berat 2.500 gram dan panjang badan 45 cm,” imbuhnya.

Dia mengatakan, kemarin bayi itu belum dikasih nama. ”Saya sempat bercanda begini: lahirnya kan di tengah perjalanan dan ibunya dalam kondisi semangat. Saya bilang kasih nama ’Bambam Kelana’ saja. Ndak tahu dipakai atau tidak,” selorohnya.

Sementara itu, selama perjalanan dari Kecamatan Rembang sampai di Kecamatan Kragan, perempuan yang melahirkan itu sendirian. Tak ada orang yang menemani. Perempuan ini mengenakan daster dan membawa koper. Infonya, Kristina Ndero merupakan penumpang operan Bus Slamet dari Kabupaten Kudus.

Dia menambahkan, satu hari kemudian atau kemarin ibu dan bayi sudah diperbolehkan meninggalkan puskesmas. Kebetulan Ermin Dwilinawati, warga di Desa Pasar Mbanggi, Kecamatan Rembang, yang menawarkan perawatan. ”Kemungkinan (Ermin Dwilinawati) satu bus (dengan Kristina Ndero). Untuk memperkuat kesediaan merawat itu, dibuatkan surat pernyataan bermaterai,” imbuhnya.

(ks/noe/lin/top/JPR/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...