Ketum PPP Kena OTT, Jokowi: Saya masih Menunggu Keterangan Resmi KPK

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo enggan berkomentar terkait operasi tangkap tangan yang menjerat Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy. Capres nomor urut 01 itu ingin lebih dulu mendengar keterangan resmi dari KPK.

“Saya masih menunggu keterangan resmi dari KPK,” ujarnya di sela-sela kunjungan kerja di Sumatera Utara, Jumat (15/3).

Jokowi menegaskan, dirinya akan berkomentar jika sudah mendapat pernyataan resmi dari lembaga antirasuah tersebut.

“Sebelum ada keterangan resmi dari KPK saya engak mau komentar,” imbuhnya.

Seperti diketahui, politikus Senayan yang biasa disapa Rommy itu dikabarkan terjaring OTT yang dilakukan KPK di wilayah Jawa Timur. Dia diduga ditangkap dengan kasus jual beli jabatan.

Selain Rommy, KPK juga mengamankan empat pihak lain termasuk pejabat kementerian agama daerah. Tertangkapnya legislator Komisi IX itu bersama sejumlah pihak lain diduga terkait transaksi pengisian jabatan.

Berdasarkan data yang diakses dari laman https://acch.kpk.go.id/aplikasi-lhkpn/ terungkap harta kekayaan Rommy terakhir yang dilaporkan pada 19 Maret 2010. Dari data tersebut terungkap Rommy memiliki harta senilai Rp 11,8 miliar atau setara dengan USD 51,377.

Dalam data itu juga didapati, dia memiliki harta tidak bergerak berbentuk tanah dan bangunan yang berlokasi di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Tangerang Selatan, dan Sleman senilai Rp 2,5 miliar.

Sementara itu, untuk harta bergerak berbentuk transportasi, dia melaporkan memiliki empat buah kendaraan roda empat dan dua buah kendaraan roda dua dengan nilai Rp 775 juta. Adapun, perinciannya untuk mobil yakni dua unit Toyota Kijang Innova, Ford Laser, dan Mitsubishi Pajero Sport, serta satu buah motor bermerek Honda Supra Fit.

Romy juga terungkap mempunyai usaha lainnya antara lain PT Dugapat Mas yang berasal dari hasil sendiri pada 2007 senilai Rp 1,4 miliar. Ada juga harta bergerak lainnya yakni berbentuk logam mulia, batu mulia, dan warisan serta hibah senilai Rp 1,1 miliar. Dalam data tersebut juga dijelaskan, terdapat giro setara kas senilai Rp 5,2 miliar serta piutang senilai Rp 164 juta.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment