Kunjungi Kota Medan, Jokowi Promosi ‘Kartu Sakti’ Baru

Jumat, 15 Maret 2019 - 22:19 WIB

Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi) di Medan, Jumat (15/3). (JPC)

FAJAR.CO.ID, MEDAN – Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi) lagi-lagi promosi soal ‘kartu sakti’ yang selalu jadi andalannya. Kali ini, dia menjelaskan soal kartu kepada masyarakat dalam tabligh akbar di Gedung Serbaguna Pemprov Sumut, Jumat (15/3) petang.

Gedung berbentuk dome itu dipadati masyarakat Kota Medan. Meski pun tak sedikit juga yang memilih pulang setelah acara dimulai.

Jokowi hadir sekitar pukul 18.18 WIB. Didampingi Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi, atau akrab yang disapa Tuan Guru Bajang (TGB) dan Syekh Ali Akbar Marbun.

“Mohon maaf mulai dari subuh kegiatan di Pasar Toba Samosir, Jumatan bertemu dengan masyarakat di Humbang Hasundutan, belok lagi ke Taput bertemu dengan masyarakat, silaturahmi dengan masyarakat baru terbang ke sini (Medan). Jadi mohon maaf saya dan rombongan terlambat,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Jokowi mengingatkan kepada masyarakat agar datang ke TPS untuk memilih pada 17 April 2019. Terlepas apapun yang menjadi pilihan mereka. Namun, jangan sampai karena berbeda pilihan malah memutuskan silaturahmi.

“Di majelis taklim tidak saling omong dan sapa gara-gara pilihan presiden. Kita tidak mau seperti itu, karena modal dan aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, adalah kerukunan, adalah persaudaraan, adalah ukhuwah,” ujarnya.

Selanjutnya, Jokowi langsung menjelaskan soal kartu saktinya. Setelah Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) wajib belajar 12 tahun, Jokowi akan meluncurkan KIP untuk mahasiswa.

“Nanti akan keluar KIP kuliah seperti ini. Untuk kuliah anak-anak kita. Setuju enggak ada kartu ini, yang tidak setuju maju biar diberi sepeda,” ujarnya.

KIP kuliah, nantinya akan berlaku untuk anak-anak yang berkuliah di dalam dan luar negeri. KIP Kuliah akan berlaku mulai tahun depan.

Lalu dia kembali membeberkan Kartu Pra Kerja. Anak-anak yang lulus sekolah akan diberikan pelatihan supaya bisa masuk di dunia kerja. “Kartu ini diberi yang namanya insentif honor sampai dapat kerja. Kurang lebih enam bulan sampai setahun,” katanya.

Lalu soal Kartu Sembako Murah. Mendengar itu, ibu-ibu yang hadir berteriak histeris. Kata Jokowi, kartu itu akan memberikan diskon besar untuk pembelian sembako.

“Ini masih tahun depan, mau? Mau? Ini diberikan untuk beli sembako baik yang namanya beras, gula, minyak dan yang lainnya. Siapa yang setuju ada kartu sembako murah? Yang tidak setuju silakan maju saya beri sepeda,” tukasnya.

Usai memberikan sambutan, Jokowi langsung pergi meninggalkan lokasi acara. Seperti biasa, dia menjadi rebutan untuk bersalaman dan berswafoto. Paspampres yang ikut dalam rombongan tampak sibuk. Saling himpit pun terjadi.

Dalam acara Dzikir Akbar dengan tema Doaku untuk Indonesia Satu itu tak sedikit yang kecewa. Mereka kecewa karena tidak bisa menukarkan kupon dengan cinderamata sarung yang dibungkus dalam kotak dan kotak snack.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.