Terduga Teror Sibolga Belajar Merakit Bom dari Internet

Jumat, 15 Maret 2019 - 08:13 WIB
Kapolri Jenderal M. Tito Karnavian.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Terduga teror bom di Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) berinisial “AH” dan istrinya dipastikan merakit bom secara mandiri. Keduanya belajar merakit bom dari situs online.

Hal itu ditegaskan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat berpidato di acara Kovensi Nasional Pendidikan Indonesia di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (14/3).

Tito mengatakan, bom yang dibuat pasangan suami istri itu cukup berbahaya. Sebab daya ledaknya bisa mencapai radius sekitar 100 meter.

“Pelaku belajar membuat bom itu dari internet. Tidak lagi dengan komando. Tapi sudah mandiri,” beber Tito yang datang ke Padang bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Menurut Tito, peristiwa bom Sibolga menyadarkan semua pihak bahwa sel-sel teroris di Indonesia belum sepenuhnya habis. Bahkan, pelaku bom di Sibolga bergerak tanpa komando. Pelaku secara mandiri menciptakan bahan peledak.

Tito juga menceritakan kronologi penangkapan pelaku teror yang terjadi Selasa (12/3). Setidaknya butuh waktu 10 jam bagi Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror untuk bernegosiasi agar istri pelaku menyerahkan diri.

Sayangnya, negosiasi polisi tidak berhasil. Justru istri pelaku memilih melakukan aksi bom bunuh diri yang menewaskan dirinya bersama anaknya.

Menurut Tito, pelaku teror Sibolga ini justru berharap dan menargetkan adanya kontak senjata dengan polisi. Pelaku sengaja memancing anggota Densus mendekat untuk kemudian dijebak ke dalam bom bunuh diri.

“Dia (istri AH) memang mau mati karena memercayai bom bunuh diri tiket ke surga. Kalau anggota polisi kan tidak berpikir seperti itu. Mereka menjalankan tugas,” ujar jenderal bintang empat tersebut. (JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.