WNI Korban Penembakan di Selandia Baru Mulai Siuman, Anaknya Tertembak di Kaki


Ketua Sakato Art Community, Erizal As saat ditemui di Sekretariat Sakato, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Jumat (15/3) malam. (Ridho Hidayat/JPC)FAJAR.CO.ID – Zulfirmansyah yang menjadi korban penembakan di dua masjid di Christchurch, New Zealand (Selandia Baru), Jumat (15/3) diketahui sudah mulai siuman. Sebelumnya, Zulfirmansyah dikabarkan sempat terluka di dada. Sementara anaknya juga terkena tembak di bagian kakinya.“Lukanya di dada, istrinya menemani di rumah sakit itu. Jam 19.20 saya minta kabar kakak iparnya Zul, sekarang sudah siuman Zul-nya. Siuman sekitar pukul 19.00 WIB,” ucap Erizal As, teman dari Zulfirmansyah sejak sekolah di Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Padang dan Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta ini, Jumat (15/3) malam.Menurut pria yang menjabat sebagai Ketua Sakato Art Community ini, anak dari Zulfirmansyah juga terkena tembakan di bagian kakinya. Namun tidak terlalu parah seperti yang dialami ayahnya. “Anak kakinya kena tembak juga, tidak terlalu parah,” imbuhnya saat ditemui di Sekretariat Sakato, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).Zulfirmansyah sendiri berangkat ke New Zealand menemani istrinya, orang Amerika Serikat pada pertengahan Januari 2019 lalu. Sebelum berangkat pada November 2018, Zulfirmansyah, imbuhnya sempat memberikan kabar jika ingin pindah tempat tinggal.“Istrinya orang Amerika, warga Amerika dapat rekomendasi atau kemudahan bekerja di New Zealand tapi batasan umurnya 36 (tahun). Kebetulan istrinya tahun ini umurnya 36, jadi memutuskan mendampingi istri ke New Zealand untuk mengejar kesempatan itu,” katanya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...