Ibu Kandung Bikin 30 Video Porno dengan Putranya untuk Dijual Secara Online

Sabtu, 16 Maret 2019 - 08:09 WIB
Anak jadi korban eksploitasi untuk film porno/wnd.com

FAJAR.CO.ID, VINNYTSIA—Seorang ibu ditangkap setelah diduga memfilmkan dirinya melakukan pelecehan seksual terhadap putranya dan streaming secara online untuk para pedofil. Wanita berusia 26 tahun asal Ukraina itu ditahan setelah diduga berusaha menjual rekaman seharga £ 85 sekitar Rp1,6 juta secara online.

Secara total ia menerima £ 2.500 sekitar Rp47,5 juta untuk sekitar 30 video. Polisi kota Vinnytsia juga menyebut sang ibu juga dituduh mengambil gambar porno dengan putranya yang dia jual di web gelap.

Selama penggerebekan polisi dia berkata: “Seorang wanita muda menghubungi saya melalui email dan menawari saya pekerjaan. Saya harus mencari anak-anak yang mau mengambil bagian dalam pengambilan gambar porno untuk mendapatkan uang.”

“Saya seharusnya memfilmkan anak-anak di rumah mereka ketika orang tua mereka pergi atau mengundang mereka ke tempat saya. Juga, saya harus mencari orang tua yang tidak keberatan membiarkan anak-anak mereka difilmkan dalam klip porno untuk mendapatkan uang,” lanjutnya.

Selain anak orang lain, ia juga diarahkan membuat video mesum dengan putranya sendiri. “Kemudian dia menawari saya untuk mencobanya dengan putra saya dengan mengatakan bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan dan saya setuju,” jelasnya.

Seorang juru bicara polisi mengatakan: “Polisi mengumpulkan bukti-bukti terhadap seorang warga berumur 26 tahun dari Vinnytsia yang merekam hubungan seksual dengan putranya yang berusia empat tahun untuk waktu yang lama. Tersangka telah menjual rekaman itu kepada klien asing. Untuk setiap klip dia mendapat 3.000 hryvnias (£ 85).”

Sebelumnya sang ibu mencari nafkah dengan mengambil bagian dalam pornografi orang dewasa dan menjualnya. Kemudian dia ditawari lebih banyak uang untuk syuting dan penjualan hubungan seksual dengan putranya dan disetujui. Sang ibu kini menghadapi tuntutan hingga 10 tahun penjara karena beberapa pelanggaran seksual. (Metro/amr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *