Polisi Irit Bicara Soal Kota Idaman, IYL: Jangan Digiring, Pemda Hanya Mediator

Sabtu, 16 Maret 2019 - 18:08 WIB

FAJAR.CO.ID, SUNGGUMINASA — Pemeriksaan mantan bupati Gowa dua periode, Ichsan Yasin Limpo (IYL) di Polres Gowa berlangsung selama 10 jam pada Jumat malam (15/03/2019).

Polres Gowa baru menanggapi terkait pemeriksaan mantan orang nomor satu di Gowa ini, pada Sabtu pagi (16/3/2019) dengan menggelar jumpa pers terkait kasus dugaan tindak pidana pembangunan kawasan ‘Kota Idaman’ di Kecamatan Pattalassang tahun 2015 lalu.

“IYL diperiksa sebatas saksi,” kata Wakapolres Gowa, Kompol Muh Fajri Mustafa, saat jumpa pers di kantor Polres Gowa, Sabtu (16/03/2019).

Sayangnya, dalam jumpa pers ini hasil pemeriksaan IYL belum mau dibeberkan. Kompol Muh Fajri malah mengucapkan terima kasih kepada IYL yang sudah memenuhi panggilan penyidik.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak IYL yang telah memenuhi panggilan penyidik. Beliau diambil keterangannya terkait penyidikan kasus Kota Idaman,” bebernya.

Dalam pemeriksaan yang dimulai pukul 10.00-12.00 dan berlanjut pukul 14.00-22.00 ini, kata Kompol Fajri, tim penyidik mengajukan sebanyak 35 pertanyaan seputar pembangunan Kota Idaman. Dalam hal ini IYL adalah bupati Gowa saat itu.

“Ada 35 pertanyaan yang dilontarkan oleh penyidik kepada beliau. Dan beliau menjawab dengan sangat kooperatif,” sanjungnya.

Adapun IYL, usai dicecar pertanyaan pada Jumat malam (15/3/2019) dan keluar dari ruang tim penyidik Polres Gowa, ia menegaskan, pembangunan Kota Idaman di Pattallassang, Gowa jangan digiring Pemda Gowa melakukan korupsi.

Sebab, menurutnya, tak ada sepersen pun uang negara yang dipakai. Pihaknya hanya sebagai mediator. “Mana ada korupsi. Memperkaya orang lain? siapa?” kata IYL. (sua)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *