Air Terjun Tiu Kelep Longsor, Dua Orang Meninggal Dunia

0 Komentar

Air terjun Tiu Kelep (penampung air terbang, bahasa lokal), di kaki Gunung Rinjani dengan keunikannya, satu menjulang di antara jajaran air terjun lainnya. (ant)

FAJAR.CO.ID, LOMBOK UTARA – Sebanyak dua orang meninggal dunia terkena longsoran gempa air terjun Tiu Kelep di Desa Senaru, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat pascagempa tektonik 5,8 Skala Richter (SR) pada Minggu sore (17/3).

Pihak BPBD dan Dikes Pemda KLU telah menerjunkan empat ambulans ke lokasi kejadian bersama personil dan paramedis. Baru bisa dievakuasi lima orang, dua orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka, seorang dirawat di Puskesmas Bayan, kata Mujaddid Muhas, Kepala Bagian Humas Pemkab Lombok Utara seperti dilansir Antara, Minggu (17/3).

Untuk mencapai air terjun Tiu Kelep dibutuhkan waktu sekitar 45 menit dari jalan raya Senaru, wisatawan harus melintasi jalan setapak yang di kiri kanannya terlihat bekas longsoran gempa pada Juli dan Agustus 2018.

Sebelumnya Nusa Tenggara Barat (NTB) diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan 5,8 Skala Richter (SR), Minggu (17/3) pukul 14.07 WIB atau 15.07 Wita, namun tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menunjukkan pusat gempa bumi terletak pada koordinat 8,30 lintang selatan dan 116,60 bujur timur dengan kedalaman 10 kilo meter (Km).

Pusat gempa berada di laut pada jarak 24 Km timur laut Kabupaten Lombok Timur, 36 Km timur laut Kabupaten Lombok Utara, 37 Km barat laut Pulau Panjang, Kabupaten Sumbawa, dan 63 Km timur laut Kota Mataram.

(ant)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment